Malangtimes

Istanbul Diserang Teroris, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Pastikan Pelakunya akan Dihukum

Nov 14, 2022 15:46
Potret Istanbul Turki saat terjadi ledakan. (Foto dari internet)
Potret Istanbul Turki saat terjadi ledakan. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Ledakan maut telah terjadi di Istanbul Turki pada Minggu (13/11/2022) kemarin. Ledakan maut tersebut menewaskan 6 orang dan puluhan orang terluka.

Menanggapi insiden besar tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pihaknya saat ini telah melakukan penyidikan.

Lebih lanjut Erdogan mengatakan pihak berwenang kini sedang meninjau rekaman CCTV. Dia menegaskan semua yang terlibat akan ditindak tegas.

"Semua tokoh yang bertanggung jawab akan diidentifikasi dan dihukum," kata Erdogan.

Kemudian, Erdogan juga mengatakan ledakan tersebut terjadi akibat adanya teroris di Istanbul itu.

"Mungkin salah jika kita mengatakan ini benar-benar teror, tetapi menurut temuan awal, apa yang dikatakan gubernur saya, bahwa ada bau teror di sini," ucap Erdogan.

Sementara, Wakil Presiden Turki Fuat Oktay memastikan ledakan di Istanbul Turki merupakan aksi terorisme.

"Kami menganggapnya sebagai tindakan teroris sebagai akibat dari seorang penyerang," kata Oktay kepada wartawan.

Oktay kemudian mengungkap sosok yang diduga teroris adalah seorang wanita. Ia juga mengatakan pelaku ledakan tersebut adalah orang yang sama .

"Kami anggap seorang wanita, meledakkan bom itu," kata Oktay.

Sementara itu, Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya memastikan titik ledakan itu tertadi. Ia mengatakan ledakan itu terjadi di Jalan Istiklal di Lapangan Beyoglu, di jantung kota terbesar di Turki. 

Kemudian, ia mendoakan kepada para korban insiden ledakan itu agar diberi belas kasihan dari Tuhan Yang Maha Esa.

"Kami berharap belas kasihan Tuhan bagi mereka yang kehilangan nyawa dan pemulihan yang cepat bagi yang terluka," ucap Yerlikaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru