Malangtimes

Pelapor Peredaran Rokok Ilegal Dapat Perlindungan, Begini Penjelasan Bea Cukai

Nov 14, 2022 14:49
PPNS KPPBC Tipe Madya Malang, Beny Setyawan.(Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).
PPNS KPPBC Tipe Madya Malang, Beny Setyawan.(Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).

JATIMTIMES - Satu pembahasan menarik cukup menyita perhatian dalam sosialisasi mengenai perundang-undangan peredaran rokok ilegal yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang pada Senin (14/11/2022) siang. 

Kegiatan sosialisasi yang dikemas dalam bentuk pengajian tersebut digelar di Warung Tani, Desa Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Topik yang cukup menarik tersebut ditanyakan oleh seorang warga Desa Mulyoagung, Ary Sandi (42) yang juga menjadi peserta dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Yakni berkaitan dengan perlindungan bagi warga yang melapor jika mendapati ada peredaran rokok ilegal di lingkungan tertentu.

"Ini sangat perlu ditanyakan, karena mereka (masyarakat) sebenarnya juga takut mau melapor karena merasa tidak ada yang melindungi," ujar Ary Sandi.

Pertanyaan tersebut langsung direspon oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang, Beny Setyawan yang hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut.

Menurut Beny, warga yang melaporkan adanya tindakan peredaran rokok ilegal tentu akan dilindungi identitasnya untuk tidak ditunjukan. Meskipun, saat ini masih belum ada layanan khusus yang memfasilitasi perlindungan bagi pelapor peredaran rokok tanpa cukai ilegal.

"Silahkan melapor, tanpa menggunakan identitas asli sebenarnya juga tidak masalah. Entah melalui nomor WA yang telah disediakan yakni di 0341-551628 atau di 08113777876 atau melalui Si Puma, Sistem Pengaduan Masyarakat," ujar Benny.

Warga Desa Mulyoagung, Ary Sandi saat menyampaikan pertanyaan soal perlindungan bagi pelapor peredaran rokok ilegal.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Kendati tidak perlu menampilkan identitas aslinya, laporan yang dilakukan harus lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan. Artinya dengan melampirkan dokumentasi berupa foto dan juga sedikit narasi yang menjelaskan terkait peredaran rokok ilegal yang ditemukan.

"Yang perlu ditampilkan ya dokumentasi, foto, atau narasi yang memang bisa dipertanggungjawabkan. Setidaknya laporannya harus lengkap," imbuh Beny.

Menurut Beny, pelapor peredaran rokok ilegal memang dinilai rawan menerima dampak sosial di lingkungannya. Apalagi, jika ternyata sang pelapor berdomisili di sekitar industri rokok yang masih belum berpita cukai tersebut. 

"Pelaku industri yang mungkin masih ilegal, biasanya adalah tokoh masyarakat di sekitar. Yang disegani dihormati, sehingga, kepentingan mereka di sana itu saling berkaitan dengan masyarakat. Jadi mereka ini menghidupi masyarakat sekitar dan juga mencari kehidupan," jelas Beny.

Sehingga jika pelaku industri rokok ilegal ini ditindak, maka penghidupan ekonominya bisa saja terganggu. Dengan hal tersebut, sang pelapor berpotensi terimbas dampak sosialnya.

"Tentu (bisa) saja pelapor akan dianggap sebagai penghianat dari sistem sosial itu. Makanya itu adalah sistem sosial yang salah. Sebenarnya, boleh dan silahkan saja membuat bisnis rokok, asalnya monggo dilakukan perizinan ke bea cukai. Karena kan untuk izinnya juga gampang sebenarnya," pungkas Beny.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru