Malangtimes

Asik Bermain di Wahana Wave Swinger, Bocah 13 Tahun Ini Kehilangan Paru-parunya

Nov 13, 2022 18:57
Wahana wave swinger. (Foto : Istimewa)
Wahana wave swinger. (Foto : Istimewa)

JATIMTIMES - Insiden nahas dialami seorang bocah laki-laki bernama Mark Fajardo. Bocah 13 tahun itu mengalami kecelakaan saat bermain di sebuah wahana di taman hiburan Kota Urdaneta, Provinsi Pangasinan, Filipina.

Akibat kecelakaan parah tersebut, bocah yang kini masih berusia belasan tahun itu harus kehilangan paru-parunya. Untungnya, hingga saat ini Mark dikabarkan masih bisa bertahan hidup.

Insiden memilukan tersebut terjadi saat perayaan Halloween pada 1 November 2022. Saat itu Mark dikabarkan sedang bermain dengan teman-temannya di sebuah taman hiburan. Ketika itu Mark dan teman-temannya bermain wahana wave swinger. Yaitu sebuah alat seperti komedi putar. Di mana para pengendara yang memainkan wahana tersebut, akan diayunkan dalam sebuah lingkaran yang digantung menggunakan tali.

Tak disangka, salah satu kunci pengaman yang dikenakan Mark diduga rusak hingga membuatnya terlempar dari tali pengamannya. Sesaat setelah kejadian tersebut, Mark langsung di bawa ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri. Penyebabnya dikarenakan salah satu organ paru-parunya mengalami cedera parah paska kecelakaan tersebut.

"Dokter mengatakan kepada saya jika dia (Mark) harus berhati-hati, karena dia saat ini hanya memiliki satu paru-paru yang tersisa," ucap Marivic ibunda Mark seperti yang dikutip oleh detikHealth dari New York Post, Minggu (13/11/2022).

Masalahnya tidak berhenti di situ, Marivic juga menyebut jika pihak operator wahana menyalahkan putranya akibat insiden tersebut. Alasannya karena pihak operator menyebut jika Mark-lah yang melepas kunci pengaman saat bermain wahana.

"Mereka (operator wahana) menyalahkan anak saya. Mereka mengatakan jika dia (Mark) melepas kuncinya. Mengapa dia melakukan itu ketika perjalanan yang begitu cepat?," tuturnya.

Menanggapi pernyataan pihak operator tersebut, Marivic mengaku jika dirinya merasa tidak terima jika anaknya dituduh dengan sengaja melepas kunci pengaman saat bermain wahana. Di sisi lain, pihak berwenang telah melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait kecelakaan yang dialami oleh putra Marivic tersebut.

Hasil penyelidikan yang telah dilakukan sejauh ini menyebut, wahana yang digunakan Mark telah memiliki izin beroperasi secara legal. Namun demikian, izin itu bisa saja dicabut sewaktu-waktu apabila operator wahana terbukti melakukan kesalahan.

"Masalah kami sekarang adalah melihat apakah ada yang memantau atau memeriksa sebelum wahana digunakan," ujar seorang petugas informasi publik di kepolisian Pangasinan, Mayor Jenderal Ria Tacderan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru