Malangtimes

Vaksinasi Booster Masyarakat Umum Masih di Bawah 40 Persen, Kadinkes Kota Malang: Merasa Aman di Dosis Dua

Nov 12, 2022 19:57
Pelaksanaan vaksinasi santri di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Kota Malang, Selasa (7/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Pelaksanaan vaksinasi santri di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Kota Malang, Selasa (7/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Capaian vaksinasi booster atau dosis ketiga bagi masyarakat umum hingga memasuki November 2022 ini masih rendah, yakni berada di bawah 40 persen. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif. Husnul menjelaskan, terdapat beberapa alasan penyebab capaian vaksinasi booster untuk masyarakat umum di Kota Malang masih rendah. 

"Penyebabnya karena masyarakat merasa aman di dosis dua itu. Sehingga untuk dosis tiga masyarakat umum masih rendah capaiannya, (karena) kalau yang dosis satu dan dua sudah melebihi target secara keseluruhan," ungkap Husnul, Sabtu (12/11/2022). 

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang ini mengatakan, pihaknya sedang menyusun strategi untuk meningkatkan capaian vaksinasi booster bagi masyarakat umum. Salah satunya dengan melakukan jemput bola melalui masing-masing fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di Kota Malang kepada masyarakat di wilayahnya. 

Kemudian, pihaknya juga akan memaksimalkan sosialisasi terkait vaksinasi booster untuk masyarakat umum di masing-masing fasyankes atau Puskesmas yang berada di Kota Malang. Di mana hal itu bertujuan untuk memudahkan masyarakat umum mendapatkan vaksinasi booster. 

"Upaya kita, setiap kali ada pertemuan, misalnya rapat koordinasi kita sampaikan ke teman-teman di layanan. Baik dari Puskesmas, Klinik dan Rumah Sakit kita sampaikan (vaksinasi booster untuk masyarakat umum)," jelas Husnul. 

Selain itu, pihaknya juga berkolaborasi dengan instansi-instansi sekolah maupun perguruan tinggi untuk meningkatkan capaian vaksinasi booster bagi masyarakat umum. Terlebih lagi, saat ini di Kota Malang masing-masing lembaga pendidikan telah menerapkan pembelajaran luar jaringan (luring) atau sistem tatap muka. 

"Di lembaga pendidikan mulai sd, smp hingga perguruan tinggi, sudah kita sampaikan dengan Surat Edaran Wali Kota yang berdasarkan SE Mendagri yang baru dikeluarkan. Di SE itu sudah jelas sekali, apa yang mesti dilakukan saat kegiatan-kegiatan sosial," terang Husnul. 

Terlebih lagi, menurut Husnul bahwa perkembangan kasus Covid-19 di Kota Malang saat ini kenaikannya fluktuatif. Hal itu disebabkan, penyebaran Covid-19 di Kota Malang masih terus menyebar. 

"Penambahan kasus cukup fluktuatif. Di antara 9 sampai 15 per harinya. Itu dikarenakan kemampuan kedisiplinan dalam prokes masih kurang, dan tentu peran kesadaran (melakukan) vaksinasi masih rendah," tutur Husnul. 

Sementara itu, Husnul pun menginformasikan bahwa stok vaksin di Dinas Kesehatan Kota Malang saat ini masih tersedia. Di mana terdapat dua jenis Vaksin Covid-19, yakni Pfizer dan Sinovac. Maka dari itu pihaknya terus mengimbau kepada seluruh masyarakat umum agar segera melakukan vaksinasi booster atau dosis ketiga. 

"Stok masih aman, Pfizer ada 1.907 vial, berarti ketersediaannya sekitar 14.442 dosis. Sedangkan Sinovac ada sebanyak 1.113 vial atau 11.130 dosis," pungkas Husnul. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru