Malangtimes

Luka Batin yang Menyayat, Dibawa Ibu Korban Tragedi Kanjuruhan saat Aksi Demo Malang Menghitam

Nov 10, 2022 21:10
Aksi demo Malang Menghitam yang dilakukan didepan Balai Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Aksi demo Malang Menghitam yang dilakukan didepan Balai Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Luka batin yang dialami oleh salah satu keluarga korban tragedi Kanjuruhan nampaknya tidak bisa disembuhkan   Bahkan, mereka juga mengikuti aksi Malang Menghitam untuk mengetahui siapa dalang dibalik tragedi kemanusiaan yang menewaskan 135 jiwa itu.

Kolifatul Nur, ibu kandung dari Alm Jovan Farellino Pratama (15) atau korban meninggal tragedi Kanjuruhan sangat terpukul melihat anaknya yang menjadi korban. Karena Jovan merupakan putra satu-satunya.

“Kami sebagai orang tua, anak saya satu satunya meninggal. Sakit rasanya,” kata Kolifatul Nur saat ikut aksi Malang Menghitam.

Kolifatul masih heran dengan perilaku aparat kepolisian yang tega menembakan gas air mata ke arah tribun suporter. Padahal, ia melihat di video bahwa di tribun banyak anak kecil dan perempuan.

“Yang membuat saya sakit hati itu karena yang ditembak gas air mata itu bukan yang di lapangan. Anak saya di tribun tapi ditembak. Apa salahnya,” keluh Kolifatul.

Dengan mengikuti aksi demo Malang Menghitam, Kolifatul menuntut keadilan bagi putra semata wayangnya sekaligus korban lain dapat ditegakkan. Dan ia meminta semua yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan ratusan nyawa melayang harus bertanggung jawab.

“Saya minta keadilan dan pelakunya bertanggungjawab, jangan menghindar. Karena ini nyawa orang banyak, sehingga diharapkan semua pelaku segera ditetapkan sebagai tersangka,” pinta Kolifatul.

Tapi menurut Kolifatul, pengusutan kasus Tragedi Kanjuruhan masih jauh dari harapan. Dia menilai bahwa pihak kepolisian masih lamban dalam mengusut Tragedi Kanjuruhan. “Penanganannya menurut saya masih lambat banget. Apakah keadilannya hanya seperti ini aja. Hanya ada 6 tersangka,”  ucap Kolifatul.

Dalam aksi Malang Menghitam itu, Aremania juga menuntut keadilan bagi para korban Tragedi Kanjuruhan. Tiga tuntutan utama digelorakan dalam aksi itu. Mereka menyebut tuntutan itu sebagai Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat.

1. Seret, tangkap dan adili:
a. Seluruh aktor dibalik Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022
b. Seluruh eksekutor lapangan Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022

2. Jadikan Tragedi Kanjuruhan sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat, bukan hanya sebagai Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) ringan.

3. Bayar segala kerugian yang diderita korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 melalui mekanisme kompensasi dan restitusi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru