Akp Nunung (kanan) menunjukan barang bukti uang sebesar Rp 1.208.000 hasil penipuan yang dilakukan MK (43) kepada korbannya A (20). (Foto: tania/malangtimes)
Akp Nunung (kanan) menunjukan barang bukti uang sebesar Rp 1.208.000 hasil penipuan yang dilakukan MK (43) kepada korbannya A (20). (Foto: tania/malangtimes)

MALANGTIMES - Polres Kota Malang  meringkus pelaku penipuan bermotif  pengobatan alternatif. Pelaku berinisial MK (48) ini dilaporkan korbannya A (20) karena telah melakukan penipuan, bahkan hingga pelecehan.

Kabag Humas Polres Malang, AKP Nunung Angraeni menjelaskan, penipuan ini berawal saat korban A berada dalam sebuah bus dengan rute perjalanan Jember - Malang. "Korban naik bus mulai dari terminal Jember, saat tiba di Pasuruan, tersangka MK naik dan mencari tempat duduk yang kosong," kata Nunung.

Secara tidak sengaja, tersangka pun menduduki kursi kosong tepat di sebelah korban. Dalam perjalanan menuju Malang, tersangka mengajak korban berkenalan. Lama bercerita, korban pun menceritakan penyakit yang dideritanya. Dengan rasa iba dan seolah 'orang pintar' tersangka menawarkan pengobatan alternatif kepada korban.

Sesampainya di terminal Arjosari Kota Malang, korban dan tersangka bertukar nomor handphone dan berjanjian untuk kembali bertemu di terminal Arjosari. 

Keesokan harinya, 24 Desember 2015 pukul 14.30 WIB, tersangka menjemput korban di terminal dan langsung membawa korban ke sebuah kamar hotel di Jalan Simpang Panji Suroso, Malang.

"Sebelum menjemput korban, si tersangka sudah pesan kamar hotel. Dia sudah merencanakan untuk membawa korban ke kamar hotel tersebut," jelas Nunung.

Di dalam kamar hotel itu tersangka menjalankan aksi busuknya. Korban disuruh mensucikan diri dengan cara mandi, saat korban telah berada di dalam kamar mandi, tersangka ikut masuk dengan alasan harus dimandikan oleh tersangka sendiri.

Seusai mandi, korban dibaringkan ke tempat tidur, lalu pelaku mulai mencabulinya. "Tubuh korban diraba-raba dengan alasan hal itu bagian dari pengobatannya," tambah Nunung.

Tak berhenti sampai disitu, setelah melakukan aksi cabul, tersangka justru meminta imbalan untuk pengobatan sebesar Rp 700.000 dan sebuah hp milik korban.

Masih belum puas menipu korbannya, keesokan harinya 25 Desember 2015, tersangka meminta korban untuk datang ke sebuah hotel di kawasan terminal Bungurasih Surabaya. Di kamar hotel tersebut, tersangka lagi-lagi mencabuli korban dan meminta uang sebesar Rp 3,3 juta dan menggasak uang di ATM korban sebesar Rp 1,9 juta.

Kemudian pada tanggal 29 Desember 2015, kembali tersangka meminta uang pengobatan sebesar Rp 2 juta.

Merasa tidak beres dengan tawaran dan perilaku tersangka, korban pun langsung melaporkan kejadian ini kepada Polres Kota Malang. Tersangka berhasil diringkus pada tanggal 06 Januari 2016, saat tersangka mengajak korban kembali bertemu untuk meminta uang sebesar Rp 1 juta. (*)