Malangtimes

Lolos Tes Bintara tapi Digugurkan, Anak Petani Mengadu ke Ombudsman

Nov 10, 2022 18:18
Sosok anak petani dari Kepulauan Sula, Maluku Utara, Sulastri Irwan yang dinyatakan olos tes calon siswa polisi. (foto: @memomedsos)
Sosok anak petani dari Kepulauan Sula, Maluku Utara, Sulastri Irwan yang dinyatakan olos tes calon siswa polisi. (foto: @memomedsos)

JATIMTIMES - Nama Sulastri Irwan kini tengah mendapat perhatian publik. Pasalnya, kasus yang menimpa anak petani dari Kepulauan Sula, Maluku Utara, ini seperti menguak fakta adanya dugaan pungli dalam perekrutan calon siswa polisi. 

Diketahui sebelumnya, Sulastri Irwan adalah calon siswa polisi wanita (casis polwan) yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi. Bahkan dia dinyatakan lulus dengan kategori lulusan terbaik peringkat ketiga di pantukhir. 

Namun pada Agustus 2022 lalu, Sulastri dinyatakan gugur oleh pihak pelaksana Polda Maluku Utara. Alasannya, usianya yang sudah melewati persyaratan.

Sejak Agustus hingga November, Sulastri belum juga mendapatkan kepastian karena belum menerima surat yang menyatakan dirinya gugur. 

Pada awal November, Sulastri menyebut dirinya mendapatkan surat pergantian calon siswa Diktuk Bintara Polri. "Surat itu dari Polda Maluku Utara, tidak dari Mabes Polri," kata Sulastri. 

Menurut  Sulastri, ternyata nama yang menggantikan posisinya adalah keponakan polisi berpangkat AKBP di Polda Maluku. Perempuan itu atas nama Rahima Melani Hanafi. Padahal perempuan yang menggantikan dirinya berada di peringkat 4, di bawah Sulastri Irwan.  

Hingga saat ini, kasus tersebut tengah diusut oleh Mabes Polri. Sulastri Irwan juga bakal diikutkan kembali sebagai siswa bintara Polri gelombang II tahun 2022. 

Polda Maluku Utara mengklaim kejadian ini terjadi lantaran usia Sulastri melewati satu bulan 21 hari saat dinyatakan lulus. Atau berusia lebih dari 23 tahun sesuai persyaratan untuk casis bintara. 

Sulastri pun kini didampingi kuasa hukumnya untuk membawa kasus itu ke Ombudsman RI. 

Sontak hal itu menuai perhatian warganet. Masalah tersebut dinilai semakin menurunkan tingkat kepercayaan publik kepada aparat kepolisian. 

"Positif thinking dek...mungkin caranya Allah jauhkan kamu dr hal2 yg tidak baik nantinya klo kw diterima di institusi ini," tulis @gadgetlaboffic***. 

"Harusnya kalo masalah umur ya disalahkan panitia seleksi, seleksi begitu ketat kok bs kecolongan dengan hal yg sepele, serasa aneh. Panitia rekrutmenya hrs tanggjwb bkn malah yg sdh masuk kok malah dikeluarin," ujar @mase_sig**. 

"Polisi yang meloloskan sepupunya akbp dan yang berpangkat Akbp dikasih sanksi keras..ini negra hukum semua jalur murni. mohon semua netizen info mabes polri agar diusut tuntas.harus diambil alih mabes Polri buat usut ini.ada kesalahan teknis atau kesengajaan..Mohon media dan netizen desak Polri buat usut semuanya. Biar Polri yg usut.agar jelas dan benerang dan ini tidak terjadi kembali dalam perekrutan anggota polri.mksh," ungkap @arvino_xavie***. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru