Malangtimes

Jelang Akhir Tahun, Menkes Prediksi Kasus Omicron XBB Akan Meledak

Nov 10, 2022 13:03
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto dari internet)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memprediksi kasus COVID mutasi Omicron subvarian XBB terus meningkat.

Ia mengatakan bahwa kasus harian virus tersebut mencapai angka 20 dalam sehari. 

Prediksi lonjakan kasus itu Budi ambil berdasarkan tren kenaikan kasus di Singapura. 

Dia menilai subvarian baru ini memiliki karakteristik tingkat kecepatan penularan seperti subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang merebak pada Juli-Agustus 2022.

"Kalau mengikuti pola Singapura, harusnya dalam satu bulan ke depan ini akan naik mendekati angka 20 ribu per hari. Sama seperti bulan Agustus kemarin. Buat perbandingan, kalau kita rasakan angka 20 ribu per hari seperti bulan Agustus. Kan kita kemarin sempat naik sampai 20 ribu kasus," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/11/2022).

Kemenkes mencatat per 4 Oktober hingga 8 November 2022 sebanyak 27.081 pasien konfirmasi positif COVID-19 mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.639 pasien memiliki gejala sedang, berat hingga kritis, dengan 74 persen diantaranya belum mendapatkan vaksin booster COVID-19.

Kemudian, Budi menyebut subvarian XBB dan XBB 1 memiliki dampak tingkat kematian dan keparahan penyakit lebih rendah dibandingkan subvarian Omicron BA.1 dan BA.2.

"Jadi memang subvarian XBB ini kalau kita lihat dari Singpura, naiknya lebih cepat, dibandingkan BA.4 dan BA.5, tapi lebih rendah dari BA.1 dan BA.2. Sebagai informasi, BA.1 dan BA.2 kita puncaknya di 60 ribu kasus per hari, yang bulan Januari-Ferbuari dan itu dicapai dalam waktu dua bulanan sejak kasus teridentifikasi," lanjutnya.

Meski demikian, Budi mengatakan bahwa capaian kasus subvarian XBB ini tidak akan setinggi sebelumnya. Namun meski tak akan semeledak sebelumnya, Budi tetap mengimbau masyarakat agar tidak kendor dalam penerapan prokes.

Mengantisipasi semua itu, Budi memastikan pihaknya telah siap menyiagakan fasilitas kesehatan (faskes) di seluruh daerah.

"Nah, rumah sakit kita kan (kapasitas) bisa 100 ribu. Jadi waktu kemarin Omicron bulan Januari-Februari hanya 20 ribu, yang kemarin (Juli-Agustus) hanya 5.000. Jadi harusnya sih kapasitas kita masih ada," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru