Malangtimes

Munas MASKI di Kota Batu, Dirjen: MASKI Sangat Dibutuhkan Pemerintah Demi Wujudkan Pemetaan 126 Juta Bidang Tanah

Nov 10, 2022 09:54
Direktur Jenderal Survei Pemetaan Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Ir. Virgo Eresta Jaya saat melihat teknologi pemetaan bidang tanah di Munas MASKI, Rabu (9/11/2022). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Direktur Jenderal Survei Pemetaan Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Ir. Virgo Eresta Jaya saat melihat teknologi pemetaan bidang tanah di Munas MASKI, Rabu (9/11/2022). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Tertunda akibat pandemi Covid-19, Musyawarah Nasional (Munas) Masyarakat Ahli Survei Kadaster Indonesia (MASKI) tahun 2022 akhirnya dapat digelar di Golden Tulip Holland Resort, Kota Batu, 9-10 November. 

Dalam munas kali ini, tema yang diusung yakni Kantor Jasa Surveyor Berlisensi (KJSB) Menuju Layanan Langsung Kepada Masyarakat yang Amanah, Profesional, Inovatif dan Berintegritas Dalam Percepatan Pendaftaran Tanah Dan Mencegah Mafia Tanah Di Indonesia.

MASKI adalah organisasi profesi tempat berhimpunnya Surveyor Berlisensi (Surlis) dalam menjalankan profesinya melalui badan usaha berbentuk KJSB. Karena itu, hadirnya MASKI ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah.

ADV MUNAS MASKI

Munas MASKI ini langsung dibuka oleh Direktur Jenderal Survei Pemetaan Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Ir. Virgo Eresta Jaya, ditandai dengan pemukulan gong. Virgo mengatakan, hubungan antara pemerintah dan lembaga diharapkan terus terbangun dengan baik.

Sebab, pemerintah membutuhkan kolaborasi antara lembaga MASKI untuk membantu percepatan pendaftaran tanah sistematik lengkap di Indonesia. Mengingat, hingga tahun 2025 pemerintah memiliki target memetakan 126 juta bidang.

ADV MUNAS MASKI

“Sementara hingga saat ini (2022) pemetaan  masih sejumlah 83 juta bidang,” ungkap Virgo. 

Dengan demikian dalam kurun waktu selama 3 tahun ke depan, masih memiliki waktu untuk memetakan 40 juta bidang.

Untuk memetakan 40 juta bidang, bukan perkara mudah. Sehingga untuk percepatan pemetaan tanah, pentin adanya sebuah teknologi. Seperti beberapa teknologi yang dipamerkan di Munas MASKI.

ADV MUNAS MASKI

Virgo pun berkesempatan untuk melihat teknologi-teknologi yang nantinya bisa mendukung percepatan pemetaan bidang tanah. Seperti pesawat drone tanpa awak, tentu teknologi itu bisa mempercepat proses pemetaan lewat udara ketimbang yang di darat.

“Percepatan bisa dilakukan lewat teknologi dengan pesawat drone tanpa awak, pasti lebih cepat dibanding di darat, ada juga teknologi radar dan sebagainya sehingga membuat pengukuran lebih cepat,” terang Virgo kepada JatimTIMES.

Karena itu teknologi sangat dibutuhkan, melihat saat ini di Indonesia hanya memiliki 3 ribu surveyor. Dengan 3 ribu surveyor tersebut dalam satu tahunnya hanya bisa memetakan 6-7 juta bidang.

Sehingga MASKI mempercepat pemetaan dengan melaunching sebuah aplikasi di awal bulan November lalu yakni Surlis. Aplikasi tersebut sudah diujicobakan di beberapa daerah.

ADV MUNAS MASKI

“Kami saat ini sedang uji coba, aplikasi ini dibangun okeh MASKI sebagai layanan masyarakat. Uji coba dilakukan di Banten dan DKI Jakarta, akhir tahun ini bisa di Jatim,” ucap Ketua Umum MASKI, Loedi Ratrianto.

Selain itu kini masyarakat jika ingin melakukan pemetaan tanah tidak perlu lagi di Badan Pertanahan Nasional (BPN), namun bisa datang ke KJSB.

“Jadi gak perlu lagi ke BPN, tapi juga bisa mencari di KJSB terdekat,” tambah Loedi.

Sedang data terakhir 16 Oktober 2022, MASKI telah memiliki anggota sebanyak 187 KJSB tersebar di 26 Provinsi dan 6.497 Surveyor Berlisensi tersebar di 30 Provinsi. 

Dengan jumlah yang cukup besar tersebut, Surveyor Berlisensi sejak dimulainya Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) tahun 2017 sampai sat ini telah turut serta berkontribusi besar dalam percepatan pendaftaran tanah di Indonesia yang semula sebelum tahun 2017 hanya sekitar 6,3 juta bidang tanah terdaftar menjadi kurang lebih 19,8 juta bidang tanah terdaftar di akhir tahun 2021.

Dengan hal tersebut, organisasi profesi sebesar MASKI memerlukan tata kelola organisasi yang baik dan teratur. MASKI merupakan pusat informasi, wadah pembinaan, wadah koordinasi serta fasilitator advokasi.

Untuk itulah Munas MASKI 2022 ini dilaksanakan, tidak lain sebagai wadah dalam menyusun tata kelola organisasi dengan melakukan perencanaan mulai dari program kerja, penyempurnaan AD/ART sampai dengan pemilihan ketua umum.

“Selama dua hari akan menetapkan penyusunan AD/ART juga kode etik, kegiatan ini juga untuk memilih dan menetapkan dewan etik. Juga menetapkan ketua periode selanjutnya,” tutup Loedi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru