Malangtimes

Aremania Geram, Sejumlah Banner dan Spanduk Usut Tuntas di Kota Malang Terlepas hingga Sobek

Nov 08, 2022 18:39
Sejumlah Aremania saat memasang kembali spanduk dan banner yang terlepas di sejumlah titik dekat Balai Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Sejumlah Aremania saat memasang kembali spanduk dan banner yang terlepas di sejumlah titik dekat Balai Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Aremania geram karena sejumlah banner hingga spanduk yang terpasang di sekitar Alun-alun Tugu Malang, tembok depan DPRD Kota Malang dan Balai Kota Malang terlepas. Banner dan spanduk tersebut mayoritas berisi tentang tuntutan keadilan atas kasus tragedi Stadion Kanjuruhan. Jika dilihat, saat ini sejumlah banner dan spanduk sudah tidak terlihat di sejumlah titik tersebut. Anehnya, banner dan spanduk tersebut berserakan begitu saja di tepi jalan.

Salah satu Aremania, Totok Kacong yang melihat fenomena tersebut kaget. Karena sebelumnya, ia hanya dikabari oleh rekannya bahwa sejumlah banner dan spanduk telah terlepas.

Dengan perasaan geram dan penuh amarah, Totok melihat sejumlah banner dan spanduk juga telah sobek. Kemudian, Totok berusaha memasang kembali banner dan spanduk yang terlepas dan berserakan itu dibantu rekannya sesama Aremania.

Lek onok seng gak terimo (kalau ada yang tidak terima dengan pemasangan banner) bilang, arek (anak) Malang siap,” gumam Totok sembari memasang kembali banner dan spanduk tersebut, Selasa (8/11/2022).

Dari kasus ini, Totok berjanji akan memasang penuh seluruh penjuru kota dengan banner usut tuntas tragedi Kanjuruhan. Terlebih, saat ini belum 40 hari tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 135 Aremania tersebut.

“Ini kan masih belum 40 harinya, gak baik lah. Ini kan bencana nasional yang harus di respon siapapun. Kalau di lepas lagi, tak pasangi kabeh lebih gede (saya pasang lagi lebih besar),” tegas Totok Kacong.

Sebagai informasi, sejumlah banner dan spanduk tersebut sudah terpasang secara berkala mulai sehari pasca tragedi Stadion Kanjuruhan, atau tepatnya mulai 2 Oktober 2022 lalu. Banner dan spanduk tersebut memang sengaja dipasang untuk mencari keadilan atas meninggalnya 135 nyawa di tragedi 1 Oktober 2022 lalu pasca Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

Totok pun mengaku bahwa Wali Kota Malang Sutiaji telah menyatakan dukungan kepada Aremania terkait pengusutan kasus tragedi Stadion Kanjuruhan. Namun saat ini, tiba-tiba banner dan spanduk tersebut terlepas dan sebagian juga sobek.

“Setahu saya dari informasi yang lain yang dilepas baru di area DPRD sama Balai Kota Malang. Padahal Ketua DPRD dan wali kota support, kok diprotoli (dilepas),” kata Totok heran.

Dari kejadian tersebut Totok memastikan pemasangan banner dan spanduk akan semakin massif jika kenyataannya seperti ini. Apalagi, pada 10 November 2022 mendatang tepat di Hari Pahlawan, ribuan Aremania juga akan menggelar aksi Malang Menghitam sembari memperingati 40 hari tragedi Stadion Kanjuruhan.

“Kalau seandainya semua spanduk dilepas, kita akan buatkan lagi sebanyak banyaknya. Jangan sampai dilepas, ini ungkapan hati nurani arek-arek Malang,” tegas Totok Kacong.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru