Malangtimes

Hujan Deras Sejak Siang, 12 Pohon di Kabupaten Malang Tumbang

Nov 07, 2022 19:21
Pohon yang tumbang di wilayah Desa Putat Kidul, Gondanglegi.(Foto: Istimewa).
Pohon yang tumbang di wilayah Desa Putat Kidul, Gondanglegi.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melakukan penanganan terhadap peristiwa pohon tumbang yang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Malang, Senin (7/11/2022) siang. Peristiwa tersebut tercatat terjadi di 3 lokasi. 

Ketiga lokasi tersebut yakni di Desa Putat Kidul, Kecamatan Gondanglegi, Desa Mangunrejo sebanyak 4 pohon dan Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen sebanyak 7 pohon. Peristiwa itu diketahui terjadi setelah hujan cukup deras turun disertai angin kencang sejak siang. 

"Di Desa Panggungrejo ada 7 pohon, sedang ditangani BPBD, PMI dan masyarakat. Di Desa Mangunrejo ada 4 pohon. Lalu di Desa Putat Kidul ada 1 pohon," jelas Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang, Nur Fuad Fauzi. 

Fuad mengatakan, pohon yang tumbang di Desa Mangunrejo, menimpa 1 rumah dan 2 tempat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sementara di Desa Putat Kidul Kecamatan Gondanglegi, pohon tumbang menimpa bangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). 

"Hujan  yang disertai angin terjadi di sekitar wilayah Kecamatan Gondanglegi, mengakibatkan pohon tumbang yang menutup sebagian  jalan," jelas Fuad. 

Sementara itu, di Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen salah satu pohon yang tumbang juga mengakibatkan melubernya saluran air hingga menggenangi jalan. Menurut Camat Kepanjen Ichwanul Muslimin, pohon yang roboh akarnya turut tercerabut membuat sedimen jatuh ke saluran. 

Akibatnya air meluber ke jalan, bukan karena debit air saluran yang naik. Tapi ia tidak menampik jika hujan deras mendadak kemarin, saluran air turut naik. "Kita lakukan pembenahan. Kita bersihkan, 2 pohon dalam proses, sehingga saluran tidak terganggu lagi. Sedimen kita angkat," ujar Ichwanul.

Selain itu sebelumnya, genangan air di Panggungrejo memang kerap terjadi. Ichwanul menyebut bahwa hal itu juga diakibatkan saluran drainase yang memang tidak dapat menampung air berlebih. Apalagi jika hujan turun dengan intensitas tinggi. 

Kondisi tersebut menurutnya akan terus terjadi jika tidak dibuat sudetan di saluran drainase. Sudetan tersebut diarahkan ke sungai. Namun begitu, genangan air yang terjadi biasanya tidak berlangsung lama. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru