Malangtimes

Kemenkes Imbau Pemda Segera Minta Jika Membutuhkan Vaksin Covid-19

Nov 07, 2022 17:20
Plt Direktur Pengelolaan Imunisasi Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr Prima Yosephine MKM saat dialog secara daring dalam Talkshow Pemerataan Vaksinasi Kunci Menuju Endemi, Senin (7/11/2022). (Foto: YouTube BNPB Indonesia)
Plt Direktur Pengelolaan Imunisasi Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr Prima Yosephine MKM saat dialog secara daring dalam Talkshow Pemerataan Vaksinasi Kunci Menuju Endemi, Senin (7/11/2022). (Foto: YouTube BNPB Indonesia)

JATIMTIMES - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengimbau kepada seluruh jajaran pemerintah daerah untuk segera lapor dan meminta kepada pemerintah pusat terkait kebutuhan Vaksin Covid-19 di daerah.

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pengelolaan Imunisasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI dr Prima Yosephine MKM.

"Silahkan daerah-daerah, kalau ada daerah yang memang karena keadaan saat ini agak naik, dan laju vaksinasinya menjadi lebih meningkat, silahkan menghubungi pusat untuk meminta vaksin, berapa yang dibutuhkan," ungkap Prima dalam Talkshow Pemerataan Vaksinasi Kunci Menuju Endemi secara daring melalui channel YouTube BNPB Indonesia, Senin (7/11/2022).

Mekanisme itu sedikit berbeda jika dibandingkan dengan awal pandemi Covid-19.  Di mana pada saat itu, tanpa adanya laporan serta permintaan dari masing-masing pemerintah daerah, pemerintah pusat dalam hal ini Kemenkes RI langsung mengirim vaksin ke daerah.

Pihaknya menjelaskan, perubahan mekanisme ini dilakukan agar tidak ada stok vaksin yang terbuang. Terlebih lagi, masing-masing daerah memiliki laju perkembangan vaksinasi yang berbeda, di mana hal itu bergantung pada kebutuhan dan kesanggupan masing-masing daerah.

Prima menuturkan, di beberapa daerah laju vaksinasi berkembang sangat cepat dan tepat. Hal itu membuat stok vaksin menipis atau bahkan kosong. Sedangkan juga terdapat beberapa daerah lain yang laju vaksinasinya lambat, sehingga stok vaksin yang tersedia hampir kadaluwarsa.

"Beberapa saat yang lalu ketika kami alokasikan vaksin yang kami sesuaikan dengan jumlah sasaran yang ada di setiap daerah, tenyata ada beberapa daerah yang tidak mampu juga mengejar. Beberapa vaksin terpaksa menyentuh masa expired tanpa dipergunakan," jelas Prima.

Maka dari itu, pihaknya mengaku saat ini Kemenkes RI menyesuaikan dengan kebutuhan permintaan daerah. Menurutnya, mekanisme seperti ini efektif dan efisien. Karena, jika terdapat laporan permintaan kepada pemerintah pusat terkait permintaan Vaksin Covid-19, mama daerah tersebut telah mampu memperkirakan kemampuan serta melakukan akselerasi Vaksinsasi Covid-19 

'Mereka mengukur kemampuan mereka untuk menyerap dan mengoptimalkan pemakaian vaksin. Dan tidak ada lagi vaksin yang menyentuh masa expired (kadaluwarsa)," tandas Prima.

Sebagai informasi, sebanyak lima juta dosis Vaksin Covid-19 Pfizer yang merupakan hibah dari Covax telah dikirimkan ke 25 provinsi di Indonesia. Dari lima juta vaksin tersebut, lebih dari 2,5 juta vaksin sudah didistribusikan ke jajaran pemerintah di wilayah provinsi/kabupaten/kota, sementara sisanya menjadi buffer stok pusat.

Alokasi ini tertuang dalam Surat Edaran Dirjen P2P Nomor: SR.02.06/C/5115/2022 Tanggal 24 Oktober 2022 tentang Alokasi Distribusi Vaksin Covid-19 Pfizer Hibah Covax Facility dan Logistik Lain, kepada Dinas Kesehatan Provinsi, Polda, dan Institusi lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru