Malangtimes

Sopir Ambulans Jadi Saksi Sidang Pembunuhan Brigadir J, Sempat Disuruh Cek Nadi Yosua

Nov 07, 2022 15:40
Sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J, Senin (7/11/2022).
Sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J, Senin (7/11/2022).

JATIMTIMES - Ahmad Syahrul, seorang sopir ambulans, menjadi saksi sidang pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan terdakwa Bharada Eliezer, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal di Pengadilan Negeri Jaksel, Senin (7/11/2022).

Syahrul-lah sopir ambulans yang membawa jenazah Brigadir J usai tewas ditembak dari rumah dinas Ferdy Sambo di kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, ke Rumah Sakit Polri pada 8 Juli 2022 lalu.

Syahrul menceritakan  awalnya ia menerima telepon dari call center tempatnya bekerja di PT Bintang Medika sekitar pukul 19.08 WIB untuk penjemputan orang sakit. Dia  dikirim ke sebuah lokasi yang kemudian ia ikuti.

“Lalu, saya prepare untuk jemput ke lokasi. Saya belum tahu saat itu. Lokasinya maps,” kata Syahrul.

Kemudian, sekitar pukul 19.13 WIB ada nomor tak dikenal mengirimkan pesan singkat kepadanya melalui aplikasi WhatsApp. Nomor tersebut menanyakan lokasi keberadaan Syahrul saat itu.

“Saudara dari mana?" tanya hakim ketua Wahyu Iman Santosa. “Pancoran Barat 7,” jawab Syahrul.

Syahrul lalu menuju titik penjemputan di Duren Tiga melalui Jalan Tegal Parang. Namun, sampai di Rumah Sakit Siloam Duren Tiga, ada orang yang mengetuk kaca mobilnya.

"Mas, sini, Mas. Saya yang pesan ambulans. Beliau naik motor,” ujar Syahrul.

Kemudian, Syahrul diarahkan masuk ke kompleks Polri Duren Tiga. Sampai di gapura perumahan tersebut, mobilnya diberhentikan oleh anggota provos.

“Di situ ada anggota provos, lalu saya disetop. ‘Mau ke mana dan tujuan apa'," katanya menirukan suara petugas provos.

Syahrul kemudian menunjukkan lokasi titik penjemputan. Setelah menunjukkan lokasi tersebut, Syahrul diarahkan untuk masuk dan sirenenya diminta dimatikan.

“Katanya (anggota provos), 'Ya sudah, Mas, masuk saja lurus, minta sirene ambulansnya dimatikan',” ujar Syahrul menirukan percakapannya kala itu.

Sampai di titik penjemputan, Syahrul mengaku berhenti di pintu belakang rumah tersebut lantaran di depan rumah telah terparkir dua mobil. “Sampai di dalam rumah saya kaget karena ramai dan banyak juga kamera,” kata Syahrul.

“Saya bilang yang sakit mana, Pak? Katanya ikutin saja. Saya ikuti police line. Lalu, saya terkejut di samping tangga ada jenazah,” ujarnya lagi.

“Jenazah sudah di kantong?” tanya hakim. “Belum. Masih tergeletak berlumuran darah, Yang Mulia,” jawab Syahrul.

“Setelah itu, apa yang Saudara lakukan setelah lihat ada jenazah?” tanya hakim lagi.

“Saya disuruh salah satu anggota untuk cek nadinya. Saya cek, sudah tidak ada nadinya. Memang sudah tidak ada, Yang Mulia,” ujar Syahrul.

Selain Syahrul, sidang lanjutan pembunuhan Brigadir J tersebut juga menghadirkan Viktor Kamang. Viktor Kamang dihadirkan sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai legal counsel pada provider PT XL Axiata. 

Dalam sidang ini, Bharada Eliezer didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Brigadir Yosua atas perintah Ferdy Sambo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru