Malangtimes

Kenal dari Facebook, Kurir Sabu di Malang Ngaku Dapat Upah Rp 100 Ribu

Nov 07, 2022 14:56
Pelaku AF beserta barang bukti sabu sesaat setelah ditangkap jajaran Polsek Karangploso. (Foto : Humas Polres Malang for Jatim TIMES)
Pelaku AF beserta barang bukti sabu sesaat setelah ditangkap jajaran Polsek Karangploso. (Foto : Humas Polres Malang for Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Seorang kurir narkoba berinisial AF, warga Dusun Watudakon, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, diringkus jajaran  Polsek Karangploso. Pria berusia 24 tahun itu ditangkap polisi saat hendak bertransaksi narkoba jenis sabu pada akhir pekan lalu.

Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik mengatakan, pelaku diamankan saat hendak bertansaksi sabu di wilayah hukum Polres Malang. Tepatnya di kawasan Jalan Panglima Sudirman, Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

"Saat kami tangkap, petugas kepolisian mendapati barang bukti berupa satu poket sabu. Barang bukti itu disembunyikan oleh pelaku di bungkus rokok dan disimpan di dalam tas selempang yang dikenakan  pelaku," ungkap Taufik, Senin (7/11/2022).

Terungkapnya kasus peredaran narkoba ini bermula dari laporan polisi yang diperoleh dari masyarakat. Kepada petugas, warga mengaku resah karena di wilayah Kecamatan Karangploso marak terjadi peredaran sabu.

Berawal dari laporan tersebut, jajaran Polsek Karangploso akhirnya melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas mendapat keterangan bahwa ada seorang kurir yang hendak bertransaksi narkoba. Yakni di kawasan Jalan Panglima Sudirman, Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso.

"Ketika anggota melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, petugas mengetahui ada seorang laki-laki dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Akhirnya kami lakukan pengintaian terhadap yang bersangkutan," imbuhnya.

Saat itu, pelaku terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian. Sesekali pelaku juga melihat pesan yang diterima melalui ponselnya.

Tidak lama kemudian. Pelaku kemudian terlihat menunduk sambil mengambil sesuatu yang disimpan di area rerumputan yang ada di pinggir jalan. "Mengetahui hal itu, petugas akhirnya mendekati pelaku. Namun yang bersangkutan sempat berupaya kabur sebelum akhirnya berhasil kami amankan," terang Taufik.

Usai mengamankan tersangka, polisi akhirnya menggeledah isi tas pelaku dan menemukan satu poket sabu. "Berdasarkan pengakuannya, barang bukti berupa satu poket plastik klip berisi sabu seberat 0,5 gram tersebut didapat  dari seseorang yang dia kenal dari media sosial (medsos) Facebook," ungkap Taufik.

Dari hasil penyidikan, AF mengaku sering mendapat permintaan untuk mengirim paket sabu. Sasaran pengirimannya adalah di seputaran wilayah Kabupaten Malang.

"Jadi, AF ini bertindak sebagai kurir. Dari pengakuannya, dia sudah lima kali melakukan transaksi narkoba di wilayah Kabupaten Malang," ujar Taufik.

Selama melancarkan aksinya, modus yang digunakan AF dengan sang bandar yang memasok sabu adalah dengan sistem ranjau. Yakni pelaku AF akan mendapat petunjuk dari telefon untuk mengambil barang di suatu tempat. Barang yang diambil itu nantinya akan diantar kepada yang memesan narkoba. 

Sedangkan keuntungan yang didapat pelaku AF selama menjadi kurir adalah ratusan ribu. "Modusnya sistim ranjau. Jadi, tidak bertemu tatap muka secara langsung, tapi dipandu melalui telefon. Ketika menjadi kurir, pelaku mendapat keuntungan senilai Rp 100 ribu dalam setiap bertransaksi," ujar Taufik.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita beberapa barang bukti. Di antaranya satu poket sabu dan telepon genggam yang digunakan sebagai sarana bertransaksi narkoba.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 114 Atat (1), dan Pasal 112 Ayat (1) atau Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancamannya kurungan penjara minimal 5 tahun.

"Kasusnya masih dalam tahap pengembangan. Kami saat ini masih melakukan pendalaman guna mengungkap sosok yang selama ini memasok sabu kepada pelaku AF," tutup Taufik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru