Malangtimes

Masyarakat Kembali Soroti Kemacetan Jembatan Suhat, Dishub Kota Malang Lakukan Kajian

Nov 07, 2022 11:37
Lalu lintas di Jembatan Suhat saat pagi hari (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Lalu lintas di Jembatan Suhat saat pagi hari (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Masyarakat Kota Malang kembali menyoroti kepadatan lalu lintas di traffic light Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat). Karena mereka mengkhawatirkan konstruksi bangunan jika terus dibebani kendaraan di tengah jembatan.

Salah satu pengendara yang rutin setiap hari melintas di Jembatan Suhat, Zuna Ulthary mengatakan bahwa ia merasa khawatir jika berhenti di traffic light tengah jembatan tersebut. Karena saat berhenti, jembatan terasa goyang-goyang.

“Iya saya setiap hari lewat situ (jembatan Suhat), dan saat berhenti jembatan itu terasa goyang-goyang gitu,” kata Zuna kepada JatimTIMES, Senin (7/11/2022).

Zuna mengkhawatirkan apakah konstruksi bangunan jembatan tersebut kuat jika terus dibebani dengan kendaraan yang berhenti di traffic light. Karena setiap pagi dan sore, ia melihat kepadatan lalu lintas di traffic light tersebut.

“Khawatir sih kalau lewat situ, takut nanti gak kuat jembatannya. Karena kalau pagi dan sore itu selalu macet kan di situ, dan selalu penuh kendaraan di jembatan tersebut,” ungkap Zuna.

Oleh karena itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang akan melakukan kajian terhadap lalu lintas di Jembatan Suhat dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kota Malang. Dalam hal ini, rekayasa lalu lintas disebut menjadi langkah dan solusi terhadap jembatan yang dibangun tahun 1988 tersebut.

“Pada prinsipnya diupayakan (kendaraan) tidak berhenti di jembatan. Berhenti di jembatan bukan pelanggaran, tapi tentu akan menambah beban jembatan,” kata Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra.

Pada kasus ini, Widjaja mengaku tidak bisa mengambil keputusan sepihak. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan kebijakan lalu lintas di Kota Malang.

Untuk itu, pihaknya akan melibatkan akademisi ahli lalu lintas, ahli tata kota hingga stake holder lain dalam mengkaji lalu lintas di Jembatan Suhat.

“Pada prinsipnya kemacetan adalah hal yang harus diatasi. Tapi kami akan upayakan tidak berhenti di atas jembatan itu. Ini akan kami bicarakan di forum (lalu lintas dan angkutan jalan), karena ini tidak bisa satu keputusan di Dishub saja,” beber Widjaja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru