Malangtimes

Tunggu Format Baru, Arema FC Baru Tentukan Venue Kandang

Nov 06, 2022 21:08
Stadion Kanjuruhan, venue Arema FC di Liga 1 2022/2023 yang tak lagi bisa digunakan pasca tragedi Stadion Kanjuruhan (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Stadion Kanjuruhan, venue Arema FC di Liga 1 2022/2023 yang tak lagi bisa digunakan pasca tragedi Stadion Kanjuruhan (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Arema FC masih menunggu keputusan format kompetisi Liga 1 yang dihentikan pasca tragedi Stadion Kanjuruhan. Hal tersebut terkait dengan venue yang akan digunakan.

Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto mengatakan bahwa hukuman dari PSSI yang menyatakan tidak boleh berkandang di Malang pasca terjadinya Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 dipatuhi oleh manajemen Arema FC. 

Namun demikian, keputusan akan menggunakan stadion mana untuk kelanjutan kompetisi masih menunggu kepastian format.

“Kepastian dimana venue Arema FC setelah mendapatkan hukuman dari Komdis PSSI pasca tragedi Kanjuruhan tentu akan segera dipastikan menunggu keputusan format kelanjutan kompetisi nanti seperti apa,” ungkap Tatang, Minggu (6/11/2022).

Arema FC memang masih menunggu keputusan kelanjutan kompetisi. Sebab, selain mengenai tanggal kapan bergulirnya yakni 18 November, 25 November dan paling lambat 2 Desember, keputusan mengenai format kompetisi juga masih belum dipastikan. 

Usai owner’s club meeting pada Jumat 4 November lalu, format kompetisi menjadi bahasan serius nantinya menggunakan skema home away atau centralized bubble.

“Dua hal tersebut (home away atau centralized bubble) masih menjadi bahasan. Namun kami yakin hal ini akan segera dipastikan secepatnya,” tambah Tatang.

Kendati masih menunggu kepastian, namun Tatang mengaku sangat menghormati adanya gelombang penolakan dari Aremania yang menolak jika nanti kelanjutan kompetisi dilangsungkan dengan bubble system dan tanpa penonton. Karena menurutnya, hukuman ini hanya untuk Arema, sehingga ia berharap tim lain jangan sampai terkena imbas dari kasus ini.

“Soal adanya penolakan di supporter terkait format bubble dan tanpa penonton, kami sangat respect dengan hal itu. Sekali lagi, cukup Arema FC saja yang mendapatkan hukuman ini. Kami akan jalani dengan legowo,” jelas Tatang.

Sesuai dengan keputusan Komdis PSSI, Arema FC hanya bisa menggelar pertandingan kandang dengan jarak 250 kilometer dari lokasi kejadian yakni Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru