Malangtimes

Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran di Turen, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 60 Juta

Nov 06, 2022 20:08
Petugas Damkar Kabupaten Malang saat melakukan pembasahan di sebuah rumah di Kecamatan Turen paska terjadi kebakaran. (Foto: Damkar Kabupaten Malang for JatimTIMES)
Petugas Damkar Kabupaten Malang saat melakukan pembasahan di sebuah rumah di Kecamatan Turen paska terjadi kebakaran. (Foto: Damkar Kabupaten Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Insiden kebakaran terjadi di sebuah rumah warga yang berlokasi di Jalan Piere Tendean, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Minggu (6/11/2022). Rumah yang mengalami insiden kebakaran tersebut, diketahui merupakan tempat tinggal milik Bini.

Saat kejadian, pria 58 tahun itu beserta anggota keluarganya berhasil menyelamatkan diri. "Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka atas peristiwa kebakaran ini. Penghuninya langsung menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Malang, Goly Karyanto saat dikonfirmasi Minggu (6/11/2022) malam.

Meski tidak sampai menelan korban jiwa, namun kerugian yang disebabkan akibat terbakarnya rumah berukuran sekitar 5 x 15 meter tersebut, mencapai puluhan juta. "Berdasarkan data yang dihimpun anggota di lokasi kejadian, kerugian material kurang lebih ditaksir mencapai Rp 60 juta," terang Goly.

Diperoleh keterangan, peristiwa kebakaran terjadi pada pukul 11.40 WIB. Penghuni rumah beserta warga yang mengetahui adanya kebakaran, berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Di sisi lain, warga yang khawatir kebakaran bakal merembet ke rumah warga lainnya, akhirnya memilih melaporkan kejadian ini ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang.

"Kami mendapat laporan sekitar jam 12.03 WIB. Tiga unit mobil pemadam kebakaran dan beberapa anggota langsung kami kerahkan ke lokasi kejadian," terang Goly.

Selain petugas Damkar Kabupaten Malang, puluhan personel gabungan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Tagana, dan beberapa relawan gabungan lainnya juga turut dilibatkan dalam proses pemadaman tersebut.

"Api baru bisa dipadamkan oleh warga setempat sekitar satu jam kemudian. Anggota kami tinggal melakukan pembasahan guna memastikan api benar-benar padam," imbuhnya.

Sampai dengan berita ini ditulis, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan. Namun demikian, diduga kebakaran dipicu karena adanya korsleting listrik.

"Sementara ini indikasi sumber api diduga berasal dari korsleting listrik," tutup Goly.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru