Malangtimes

Pemkot Malang Tunda Pembayaran Lahan untuk Parkir di Kayutangan Heritage, Ini Alasannya

Nov 06, 2022 18:06
Lahan yang rencananya akan dibangun tempat parkir di kawasan Kayutangan Heritage (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Lahan yang rencananya akan dibangun tempat parkir di kawasan Kayutangan Heritage (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Rencana pembelian lahan yang ditujukan untuk parkir di kawasan Kayutangan Heritage seharga Rp 26,7 miliar menuai sorotan publik. Alhasil, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menunda melakukan pembayaran dan menunggu petunjuk dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengaku bahwa pihaknya telah dipanggil Komisi C DPRD Kota Malang untuk hearing. Hal itu terkait dengan lahan yang rencananya akan digunakan untuk parkir di kawasan Kayutangan Heritage, Nomor 50 Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Kota Malang.

Sebelumnya, lahan seluas 792 meter persegi itu diposting di media sosial dengan harga sekitar Rp 16,5 miliar. Namun, beberapa waktu lalu Pemkot Malang melalui Dishub Kota Malang melakukan perjanjian pembelian di harga Rp 26,7 miliar.

Dari informasi tersebut, Widjaja pun mengaku belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut. Tapi saat ini, memang pihaknya rencananya masih menahan melakukan pembayaran pembelian lahan tersebut.

“Apapun informasinya tentu bukan sebuah kebetulan. Maka saya mengambil keputusan untuk menahan dulu. Saya tahan untuk tidak kami bayar dulu,” kata Widjaja, Minggu (6/11/2022).

Sejauh ini, Widjaja juga mengaku bahwa pihaknya masih melakukan konfirmasi terhadap kebenaran informasi tersebut kepada pemilik lahan. Dan diketahui, bahwa pemilik lahan pernah menawarkan lahan kepada agen properti dengan harga sekitar Rp 17,5 miliar beberapa tahun sebelumnya. Oleh karena itu, saat ini Dishub Kota Malang melakukan konsultasi dengan tim Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK.

“Ini kami konsultasikan dengan KPK, sudah kami lakukan 3 atau 4 hari lalu. Jadi menunggu petunjuk KPK dulu,” ungkap Widjaja.

Hal tersebut dilakukan tak lain untuk mencari jalan terbaik. “Tentu kami menunggu petunjuk KPK. Apapun bisa saja terjadi. Demi kepentingan masyarakat kami akan cari yang terbaik. Hasilnya kapan kami belum tahu. Kami sudah komunikasi. Jadi kami menunggu petunjuk Korsupgah KPK,” tandasnya.

Sebagai informasi, lahan parkir tersebut diprediksi dapat menampung sekitar 500 lebih kendaraan roda dua ataupun roda empat untuk yang datang di kawasan Kayutangan Heritage. Juga nantinya ditambah lahan di eks laboratorium DLH Kota Malang yang rencananya bakal dibuat parkir vertikal khusus kendaraan roda dua.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru