Malangtimes

KEK Singosari Akan Jajaki Pendidikan, Begini Rencananya

Nov 06, 2022 11:27
Dirut KEK Singosari David Santoso.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Dirut KEK Singosari David Santoso.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari terus berkembang. Terbaru, KEK Singosari tidak akan melulu fokus pada pengembangan industri ekonomi kreatif. Namun juga bakal serius dalam pengembangan di bidang pendidikan. 

Direktur Utama (Dirut) KEK Singosari David Santoso mengatakan, KEK di bidang pendidikan rencananya akan khusus dibahas bersama Dewan Nasional KEK. Rencananya, pembahasan tersebut dilakukan pada 21 November 2022 mendatang. 

"Pendidikan juga tidak kalah penting. Tanggal 21 November nanti, akan ada simposium yang bakal disponsori oleh Dewan Nasional KEK. Itu membicarakan KEK pertama di bidang pendidikan," jelas David. 

Dirinya belum dapat menjelaskan secara lebih mendetail terkait rencana tersebut. Hanya,  pembahasan itu rencananya juga akan melibatkan pihak perguruan tinggi (PT). 

"Lakonnya nanti UMM. Dan baru saja kemarin kami menerima kunjungan rektor UB yang rencananya akan segera menyusul meramaikan KEK pendidikan,"  ujar David. 

Di sisi lain, kolaborasi yang dilakukan bersama pelaku pendidikan sebenarnya juga telah dirancang sebagian. Terutama untuk melahirkan intellectual property (IP) di bidang industri ekonomi kreatif (ekraf). 

Menurut David, hal tersebut sebelumnya juga telah mendapat support dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Salah satunya melalui PO Nomor 24 Tahun 2022 tentang pembiayaan IP.

"Lewat PP Nomor 24 Tahun 2022 tentang pembiayaan IP. Ini yang sudah bertahun-tahun dibahas dan akhirnya alhamdulillah sudah keluar. Sesuai arahan menteri dan deputi, kita ingin Malang paling tidak ada 9 IP yang komersial dan bisa dibiayai," terang David. 

Selanjutnya, melalui deputi bidang industri dan investasi Kemenparekraf, ada keinginan bahwa KEK Singosari bisa menjadi IP hubungan nternasional. Hal tersebut ditangkap sebagai peluang untuk menyatukan berbagai pelaku industri ekraf untuk bisa mendapatkan pembiayaan. 

"Di mana nanti akan ada agregasi-agregasi IP, dari SMK yang bekerja sama dengan kita, dari para penggiat pelaku kreatif nanti bisa kita ambil yang terbaik, kita carikan skema pembiayaan dan marketnya," jelas David. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru