Malangtimes

Terkait Hasil Autopsi Korban Kanjuruhan, Ketua Tim Independen: Paling Lama 2 Bulan

Nov 05, 2022 20:29
Ketua Tim Independen autopsi jenazah korban tragedi Kanjuruhan, dr Nabil Bahasuan ketika memberikan pernyataannya usai melakukan ekshumasi. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)
Ketua Tim Independen autopsi jenazah korban tragedi Kanjuruhan, dr Nabil Bahasuan ketika memberikan pernyataannya usai melakukan ekshumasi. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Ketua Tim Independen autopsi jenazah korban tragedi Kanjuruhan dr Nabil Bahasuan menyebut kemungkinan hasil autopsi paling lama bakal rampung pada dua bulan mendatang. Sebab saat ini Tim Independen bentukan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) cabang Jawa Timur (Jatim), masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium.

"Paling lama delapan minggu lah, tapi bisa lebih cepat. Kita kan mesti range-nya yang paling jauh. Tergantung pemeriksaannya nanti," jelasnya saat ditemui usai melakukan ekshumasi terhadap dua jenazah Aremanita di Taman Pemakaman Umum (TPU) Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Sabtu (5/11/2022).

Kapan kemungkinan tercepat hasil autopsi bisa diketahui? Nabil memilih untuk enggan berspekulasi. Dia beralasan, dalam dunia kedokteran segala sesuatunya tidak bisa dipastikan secara gamblang. 

"Tidak ada yang pasti dalam kedokteran," timpal Nabil.

Pihaknya menambahkan, saat ini beberapa sampel dari jenazah korban tragedi Kanjuruhan yang dilakukan autopsi, telah di bawa oleh Tim Independen. Nantinya, sampel tersebut bakal diperiksa lebih lanjut di laboratorium. 

"Ya tentunya (diperiksa di laboratorium) independen," ucapnya.

Selama kurang lebih tujuh jam saat melakukan autopsi, Nabil mengaku telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap dua jenazah Aremanita. Diantaranya meliputi pemeriksaan luar, pemeriksaan dalam, dan pemeriksaan lanjutan.

Namun demikian, Nabil memilih enggan menyampaikan secara gamblang perihal temuan sementara, saat melakukan pemeriksaan dalam serangkaian autopsi dan ekshumasi yang dilangsungkan pada Sabtu (5/11/2022).

"Ya nanti akan saya jawab melalui laporan visum, mohon maaf," singkatnya.

Terakhir, Nabil memohon dukungan serta doa dari masyarakat, agar tahapan autopsi terhadap dua jenazah Aremanita yang meninggal saat tragedi Kanjuruhan bisa segera dirampungkan.

"Sekarang saya minta doa kepada masyarakat terhadap tim PDFI cabang Jatim, untuk bisa memberikan laporan hasil autopsi," tukasnya sebelum akhirnya beranjak dari lokasi autopsi.

Sebagaimana yang telah diberitakan, dua jenazah Aremanita yang diautopsi merupakan putri kandung Devi Athok Yulfitri warga Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Mereka adalah almarhumah Natasya Deby Ramadhani (16) dan Nayla Deby Anggraeni (13).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru