Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Tekno

17 Persen Perusahaan di Indonesia Pakai Software Bisnis Bajakan 

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Heryanto

05 - Nov - 2022, 19:48

Ilustrasi software bajakan (pixabay)
Ilustrasi software bajakan (pixabay)

JATIMTIMES - 24 persen perusahaan berskala 50 hingga 999 karyawan dalam penggunaan software untuk bisnis mengunakan software bajakan. Hal ini dilaporkan perusahaan antivirus Kaspersky dalam studinya. Penggunaan software bisnis bajakan ini dilakukan untuk mengurangi operasional pada divisi Teknologi dan Informasi. Tak terkecuali perusahaan di Indonesia.

Diolah dari Marketeers, perusahaan di Indonesia yang mengunakan software bisnis bajakan persentasenya mencapai 17 persen. Selain itu, ada juga perusahaan skala kecil di Indonesia yang siap menggunakan atau bahkan menggunakan software bajakan untuk bisnis. Dari 8 persen perusahaan skala kecil, 4 persen diantaranya siap untuk menggunakan software bisnis bajakan.

Dalam laporan Kaspersky, penggunaan software bajakan ini dapat mempengaruhi dan membahayakan keamanan sistem perusahaan. Malware dapat menyusup dan melakukan pencurian data ataupun merusak sistem. 

Bahkan, menurut Kaspersky Security Network (KSN), 9.685 pengguna telah terpapar Malware hanya dalam jangka waktu 8 bulan. Kebanyakan, software itu yang dipakai adalah produk software paling populer untuk usaha mikro kecil dan menengah (UKM). 

Product Marketing Lead di Kaspersky, Alexander menyampaikan, jika kurangnya sumberdaya adalah situasi umum yang kerap dihadapi sektor UKM. Tetapi penggunaan software bajakan atau yang diretas harus sepenuhnya dikecualikan jika organisasi menghargai keamanan, reputasi, dan pendapatannya. 

Software bisnis bajakan biasanya datang dengan Trojan dan tidak berisi perbaikan, pembaruan atau tambalan yang dirilis oleh pengembang resmi. Sehingga hal tersebut kemudian menjadikan kerentanan adanya serangan kejahatan siber.

"Alternatif gratis namun resmi adalah pilihan yang jauh lebih baik bagi mereka yang perlu menghemat uang untuk kebutuhan TI,” katanya dalam siaran persnya, Jumat (4/11/2022).

Sementara itu, studi Kaspersky bertujuan untuk mengeksplorasi taktik manajemen krisis yang dianggap  berhasil oleh para pemimpin bisnis. Selain itu, bagaimana langkah yang diambil diambil dapat secara serius mempengaruhi dalam potensi kerentanan sistem perusahaan didunia maya.

Langkah aman seperti mencari developer dengan biaya terjangkau dan mengadopsi alternatif gratis dari software biasa, menjadi pilihan paling populer di kalangan responden, masing-masing memperoleh persentase 41 persen dan 32 persen. 

Sedang ada juga 10 persen dari pimpinan perusahaan bisnis di Indonesia yang telah disurvei akan mengganti software bisnis dengan versi bajakan untuk menghemat biaya operasional.


Topik

Tekno


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Heryanto