Malangtimes

Libatkan Banyak Dokter, Kompolnas: Agar Hasil Autopsi Korban Kanjuruhan Bisa Cepat Selesai

Nov 05, 2022 19:03
Tim LPSK saat memberikan pendampingan terhadap keluarga dari jenasah korban tragedi Kanjuruhan, usai petugas autopsi selesai melakukan ekshumasi. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)
Tim LPSK saat memberikan pendampingan terhadap keluarga dari jenasah korban tragedi Kanjuruhan, usai petugas autopsi selesai melakukan ekshumasi. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto berharap, hasil autopsi terhadap dua jenazah Aremanita korban tragedi Kanjuruhan bisa segera disampaikan hasilnya ke publik. Hal itu mempertimbangkan banyaknya tim kedokteran yang dilibatkan dalam proses autopsi yang dilakukan pada Sabtu (5/11/2022).

"Kami dari Kompolnas selaku pengawas eksternal, sejak awal kami mengawal, melakukan supervisi terhadap proses penyidikan yang dilaksanakan oleh jajaran Polda Jatim (Jawa Timur). Jadi hari ini gali kubur dan autopsi adalah bagian dari proses penyidikan," jelasnya saat ditemui awak media di sela agenda autopsi, Sabtu (5/11/2022).

Menurutnya, autopsi yang dilakukan oleh Tim Independen bentukan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) cabang Jatim ini, perlu untuk dilakukan. Oleh karenanya pihaknya berharap autopsi bisa berjalan dengan lancar dan bisa mengungkap penyebab kematian korban saat tragedi Kanjuruhan.

"Autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian. Oleh sebab itu marilah kita sama-sama ikuti proses ini. Mudah-mudahan berjalan lancar," tuturnya.

Sebagaimana yang telah diberitakan, PDFI telah membentuk Tim Independen guna melakukan autopsi terhadap dua jenazah Aremanita yang meninggal saat tragedi Kanjuruhan. Tercatat ada delapan petugas yang terlibat dalam Tim Independen tersebut. Delapan petugas yang dilibatkan saat autopsi ini, terdiri dari berbagai elemen. Yakni mulai dari institusi pendidikan hingga dokter dari fasilitas kesehatan.

Menanggapi hal itu, Benny berharap hasil autopsi bisa segera disampaikan ke publik. Sebab, dia menilai banyaknya dokter yang dilibatkan dalam Tim Independen membuat proses autopsi seharusnya bisa lebih cepat.

"Melihat jumlah dokter yang terlibat, tentunya nantinya secara teknis akan bisa dilakukan lebih cepat. Karena kami sendiri sudah beberapa kali mengikuti proses gali kubur, ekshumasi dan autopsi. Jadi Mudah-mudahan untuk acara di sini nanti bisa berjalan lancar," ungkapnya.

Secara umum, Benny tidak bisa memastikan kapan hasil autopsi bisa diketahui. Sebab, terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi cepat atau tidaknya proses autopsi. Salah satunya adalah faktor kondisi mayat yang di autopsi.

"Ketika kami menangani kasus (autopsi) di Intan Jaya itu, dua bulan selesai. Padahal itu sudah dimakamkan selama satu tahun. Tetapi ternyata jenazahnya masih utuh, itu karena kondisi tanah, cuaca dan lain sebagainya. Jadi tergantung (tidak bisa dipastikan)," jelasnya.

Di sisi lain, dalam serangkaian penyidikan tragedi Kanjuruhan, Benny berharap adanya peran serta dari seluruh elemen. Termasuk masyarakat untuk mengawal kasus yang hingga kini telah menewaskan 135 korban jiwa tersebut.

"Untuk proses penyidikan, itu memang perlu adanya kerja sama yang baik dari semua pihak. Termasuk juga dari pihak keluarga, sehingga nanti penyidik bisa secara optimal melakukan penyidikannya," tukasnya.

Sekedar informasi, jenazah dua Aremanita korban tragedi Kanjuruhan yang dilakukan autopsi pada Sabtu (5/11/2022), merupakan putri kandung dari Devi Athok Yulfitri warga Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Keduanya adalah almarhumah Natasya Deby Ramadhani (16) dan Nayla Deby Anggraeni (13).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru