Malangtimes

TGIPF Beberkan Kemungkinan Keluarnya Hasil Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan

Nov 05, 2022 15:33
Garis polisi yang terpasang di sekitar lokasi ekshumasi saat kedua jenasah almarhumah Aremanita korban tragedi Kanjuruhan di autopsi oleh Dokter Forensik. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)
Garis polisi yang terpasang di sekitar lokasi ekshumasi saat kedua jenasah almarhumah Aremanita korban tragedi Kanjuruhan di autopsi oleh Dokter Forensik. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) terpantau juga menghadiri agenda autopsi terhadap dua jenazah almarhumah tragedi Kanjuruhan, di Taman Pemakaman Umum (TPU) Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Sabtu (5/11/2022).

Anggota TGIPF Irjen Pol Armed Wijaya, yang sekaligus merupakan Deputi 5 Kemenkopolhukam berharap, dengan dilaksanakannya salah satu rekomendasi TGIPF yakni autopsi ekshumasi ini, bisa menguak penyebab meninggalnya korban tragedi Kanjuruhan.

"Ekshumasi ini kan salah satu rekomendasi dari TGIPF. Tentunya hasil autopsi nanti kita harapkan bisa menjelaskan penyebab utama dari meninggalnya para korban (tragedi Kanjuruhan)," ucapnya saat ditemui awak media di sela agenda autopsi, Sabtu (5/11/2022).

Nantinya, dijelaskan Armed, hasil dari autopsi terhadap dua jenazah Aremanita tersebut, bisa menjadi acuan bagi TGIPF dalam memberikan rekomendasi lanjutan terkait dengan tragedi Kanjuruhan. Selain itu, ekshumasi juga dilakukan sebagai pembuktian terkait penggunaan gas air mata yang dikabarkan kadaluarsa.

"Nanti kita lihat hasil autopsinya seperti apa, karena itu ada keterkaitan dengan gas air mata yang kadaluarsa. Apakah ada gas air mata yang kadaluarsa ini berbahaya atau tidak kepada korban. Itu nanti bisa dibuktikan hasilnya dari autopsi," jelasnya.

Armed memperkirakan, autopsi yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) cabang Jawa Timur (Jatim), bakal diketahui hasilnya dalam kurun waktu sekitar dua minggu ke depan.

"Kita harapkan secepatnya, tapi kalau ini kan biasanya agak lama. (Sekitar) seminggu atau dua minggu biasanya. Hasilnya seperti itu dari kepolisian," ujarnya.

Meski terkesan berjanji akan memberikan rekomendasi tambahan terkait tragedi Kanjuruhan, namun Armed mengaku bakal menyerahkan pasal yang akan disangkakan terhadap para tersangka yang bertanggungjawab saat tragedi Kanjuruhan, terhadap penyidik kepolisian. "Nanti kami serahkan ke penyidiklah seperti apa," imbuhnya.

Sebagaimana yang telah diberitakan, autopsi ekshumasi yang dilakukan PDFI berlangsung secara tertutup. Garis polisi terpantau terpasang diberbagai sudut pemakaman. Khususnya di makam dua jenasah Aremanita yang diautopsi.

Selain itu, petugas kepolisian juga melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi ekshumasi. Menanggapi hal ini, TGIPF menyerahkan proses ekshumasi terhadap petugas terkait.

"Tentunya nanti kita serahkan ke sistem dari autopsi ini seperti apa. Itu nanti dari petugas yang mengatur semuanya," tukas Armed.

Sekedar informasi, hingga berita ini di tulis, Sabtu (5/11/2022) pukul 14.00 WIB. Proses ekshumasi masih terus berlangsung.

Dari pantauan Jatim Times di lokasi pemakaman, nampak petugas gali kubur yang sedang sibuk menyiapkan beberapa papan di galian makam dua almarhumah korban tragedi Kanjuruhan. Sesekali juga terdengar suara papan yang dipukul menggunakan benda tumpul.

Untuk diketahui, dua jenasah Aremanita yang diautopsi adalah almarhumah Natasya Deby Ramadhani (16) dan Nayla Deby Anggraeni (13). Keduanya merupakan putri kandung dari Devi Athok Yulfitri warga Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru