Malangtimes

Bentuk Tim Independen, Instansi Pendidikan hingga Rumah Sakit Dilibatkan Saat Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan

Nov 05, 2022 13:22
Petugas kepolisian saat melakukan pengamanan di lokasi autopsi terhadap dua Aremania yang meninggal karena menjadi korban tragedi Kanjuruhan. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)
Petugas kepolisian saat melakukan pengamanan di lokasi autopsi terhadap dua Aremania yang meninggal karena menjadi korban tragedi Kanjuruhan. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) telah membentuk Tim Independen, guna melakukan autopsi terhadap dua jenasah almarhumah Aremania yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan. Mulai dari elemen pendidikan fakultas kedokteran hingga dokter dari fasilitas kesehatan (Faskes), turut dilibatkan dalam Tim Independen tersebut.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua PDFI Jawa Timur (Jatim) dr Nabil Bahasuan, yang sekaligus bertindak sebagai pimpinan saat dilakukan autopsi pada Sabtu (5/11/2022).

"Sebelumnya kami ucapkan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan masyarakat Malang. Kami PDFI cabang Jatim mendapat permintaan dari penyidik berupa surat permintaan visum et repertum, untuk melaksanakan penggalian jenazah korban tragedi Kanjuruhan," jelasnya saat ditemui awak media, Sabtu (5/11/2022) 

Menurutnya, dalam serangkaian agenda autopsi ini, Nabil telah membentuk tim independen. Total ada 8 orang dari berbagai elemen yang terlibat dalam Tim Independen tersebut.

"Kami PDFI cabang Jatim telah membentuk Tim Independen yang terdiri dari dua penasehat dan enam operator," terangnya.

Dua orang penasehat dan enam operator tersebut, dijelaskan Nabil, terdiri dari tiga elemen. Di antaranya meliputi elemen instansi pendidikan fakultas kedokteran hingga dokter faskes.

"Kami telah membentuk Tim Independen dari tiga elemen, yaitu meliputi institusi pendidikan kedokteran, dan 4 dari fasilitas kesehatan," ungkapnya.

Pertama, masih menurut Nabil, anggota Tim Independen bentukan PDFI Jatim berasal dari berbagai Fakultas Kedokteran di Indonesia. Yakni mulai dari Universitas Hang Tuah hingga Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

"Pertama institusi pendidikan dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hang Tuah Surabaya, kemudian FK Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dan yang ketiga FK UMM," imbuhnya.

Bergeser ke anggota Tim Independen yang berasal dari fasilitas kesehatan, di antaranya meliputi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan hingga RSUD Sarifah Bangkalan.

"Kemudian yang dari faskes yaitu RSUD Kanjuruhan, kedua RSUD dr Soetomo Surabaya, yang ketiga RSUD dr Syarifah Bangkalan, dan yang terakhir adalah Rumah Sakit (RS) Pendidikan Unair," paparnya.

Dari berbagai elemen yang telah disebutkan tersebut, total ada delapan orang yang terlibat dalam Tim Independen autopsi terhadap dua korban tragedi Kanjuruhan. "Total tadi ada delapan, dua penasehat, enam yang operator di lapangan," ungkapnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis tepatnya pada Sabtu (5/11/2022) pukul 12.30 WIB, Tim Independen bentukan PDFI Jatim masih melakukan autopsi secara tertutup, di bawah tenda yang telah disediakan oleh jajaran kepolisian Polda Jatim.

Petugas kepolisian nampak melakukan penjagaan di sekitar lokasi autopsi yang dipasangi garis polisi. Selain petugas kepolisian yang melakukan penjagaan. Berbagai unsur terkait mulai dari LPSK, TGIPF, dan otoritas terkait juga masih melakukan pendampingan saat prosesi autopsi.

"Kami mohon doanya kepada masyarakat sekalian, agar tim kami bisa menyelesaikan tugas ini. Jadi izinkan kami untuk bekerja, kami sudah menyiapkan tim dan butuh waktu untuk persiapan. Saya mau kerja dulu," tutup Nabil.

Sebagaimana yang telah diberitakan, agenda autopsi terhadap kedua putri dari Devi Athok Yulfitri warga Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang ini dilangsungkan pada Sabtu (5/11/2022) pagi. Mereka adalah almarhumah Natasya Deby Ramadhani (16) dan Nayla Deby Anggraeni (13).

Dari pantauan Jatim Times di Taman Pemakaman Umum (TPU) Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Tahapan prosesi autopsi masih terus berlangsung.

Sementara itu, dihimpun dari berbagai sumber, penunjukan delapan orang dokter ahli forensik yang tergabung dalam Tim Independen tersebut, berdasarkan pada lampiran Surat Keterangan (SK) PDFI Cabang Jawa Timur, bernomor 20/PDFI-JATIM/X/2022, tanggal 30 Oktober 2022.

Nantinya, Delapan orang dokter tersebut terbagi kedalam tiga struktur pelaksana tugas. Yakni meliputi tim yang bertugas sebagai penasehat yang terdiri dari dua dokter yang berasal dari Fakultas Kedokteran Unair.

Mereka adalah Prof. Dr. Med. dr. H. M. Soekry Erfan Kusuma, Sp. FM., Subsp. SBM (K), DFM, dan Prof. Dr. H, Ahmad Yudianto, dr., Sp.FM.,Subsp. SBM, SH, M. Kes.

Kemudian yang bertindak sebagai ketua tim autopsi adalah Nabil Bahasuan, dr. SpFM.,SH.,MH. Pihaknya diketahui juga menjabat sebagai Ketua PDFI Cabang Jatim, dan merupakan dokter forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Hangtuah Surabaya.

Selanjutnya, untuk lima orang anggota dokter pelaksana dalam autopsi terhadap jenasah dua almarhumah tragedi Kanjuruhan, yakni:

1) Abdul Aziz, dr. Sp. FM (RSUD Dr. Soetomo Surabaya)

2) Deka Bagus Binarsa, dr., Sp. FM
(RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang / Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang)

3) Edy Suharto, dr., Sp. FM (RSUD Syarifah Ratoe Ebo Kabupaten Bangkalan Madura)

4) Nily Sulistyorini, dr., Sp. FM (Fakultas Kedokteran Unair Surabaya)

5) Rahmania Kemala Dewi, dr. Sp. FM (RS Unair Surabaya)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru