Malangtimes

BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin IndoVac untuk Dosis Penguat

Nov 04, 2022 23:43
Tampilan Vaksin IndoVac yang diproduksi oleh PT Bio Farma. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Tampilan Vaksin IndoVac yang diproduksi oleh PT Bio Farma. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

JATIMTIMES - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau izin edar untuk Vaksin IndoVac yang diproduksi oleh salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI yakni PT Bio Farma. 

Di mana untuk penggunaan Vaksin IndoVac hanya untuk dosis penguat atau booster. Setelah sebelumnya Vaksin IndoVac hanya digunakan untuk vaksinasi primer yang diberikan dalam dua dosis suntikan atau 25 μg/dosis dengan interval atau jarak pemberian selama 28 hari. 

"Vaksin IndoVac untuk booster-nya sudah kami keluarkan kemarin (Kamis, 3/11/2022). Sudah saya setujui kemarin, saya kira saya langsung diinfokan ke Pak Menteri BUMN," ujar Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (4/11/2022).

Pihaknya mengatakan bahwa PT Bio Farma selaku BUMN farmasi yang memproduksi Vaksin IndoVac pun sudah mendapatkan informasi terkait terbitnya izin edar tersebut.

Untuk diketahui, bahwa Vaksin IndoVac merupakan jenis vaksin Covid-19 yang dikembangkan dengan kandungan zat aktif rekombinan Receptor-Binding Domain (RBD) protein S virus SARS-Cov-2, dengan platform rekombinan protein subunit.

Vaksin IndoVac dikembangkan oleh PT Bio Farma bekerja sama dengan Baylor College of Medicine, USA. Sesuai persetujuan BPOM, Vaksin IndoVac disetujui menjadi imunisasi aktif untuk pencegahan Covid-19 yang disebabkan oleh SARS CoV-2 pada individu berusia 18 tahun ke atas.

Sementara itu, untuk efikasi dari Vaksin IndoVac mengacu pada hasil uji imuno bridging di uji klinik fase tiga menunjukkan, bahwa antibodi netralisasi vaksin yang non-inferior dengan vaksin protein subunit pembanding (92,5 persen vs 87,09 persen).

Efek samping atau adverse events (AEs) dalam uji klinik Vaksin IndoVac dilaporkan adalah terasa nyeri lokal dan nyeri otot (myalgia). Di mana kemunculannya sebanding dengan efek samping pada penggunaan vaksin rekombinan protein subunit pembanding yang sudah lebih dulu mendapatkan EUA.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru