Malangtimes

Kuasa Hukum Devi Athok Harap Dokter yang Autopsi Bisa Obyektif

Nov 04, 2022 20:34
Makam yang akan dilakukan autopsi saat dicek oleh Kepolisian (foto: Humas Polres Malang for JatimTIMES)
Makam yang akan dilakukan autopsi saat dicek oleh Kepolisian (foto: Humas Polres Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kuasa hukum Devi Athok, Imam Hidayat berharap seluruh dokter yang melakukan autopsi dapat menjalankan tugas secara netral. Hal itu agar keadilan dapat ditegakkan.

Imam Hidayat berharap bahwa seharusnya seluruh dokter yang melakukan eksekusi autopsi harus melalui proses sumpah jabatan. Karena hal tersebut bisa mempertanggungjawabkannya secara moral.

“Kan ikatan dokter forensik ini yang mengajukan Polda. Mudah-mudahan mereka ada hati nurani. Jadi harus ada sumpah jabatan dan pertanggungjawaban dunia akhirat,” tegas Imam, Jum'at (4/11/2022).

Imam menjelaskan bahwa hasil informasi yang ia dapat, seluruh pelaksanaan eksekusi autopsi dengan metode ekshumasi dilakukan oleh Ikatan Dokter Forensik Indonesia (IDFI) Jawa Timur. “Dokter forensik dari polisi hanya mengawal, eksekusinya dari Ikatan Dokter Forensik,” kata Imam.

Dalam hal ini, IDFI Jatim nantinya yang akan menentukan personel mana yang akan mereka turunkan untuk eksekusi autopsi. Hal ini, berdasarkan rekomendasi dan surat pengajuan dari pihak Polda Jatim.

“Dokter forensik Jatim itu yang menentukan. Pihak Polda Jatim yang mengajukan ke IDFI Jatim untuk meminta personelnya melakukan autopsi,” ungkap Imam.

Imam pun menuturkan bahwa dalam proses autopsi nanti akan ada pengamanan yang dilakukan oleh Polres Malang. Pihaknya hanya berharap proses autopsi berjalan dengan lancar dan adil.

“Informasi ke kita segala sesuatu sudah dipersiapkan Polres Malang (termasuk pengamanan 250 personel polisi). Memang kewajiban Polres, kami hanya ingin lancar dan objektif,” beber Imam.

Namun, Imam mengaku cemas ihwal efektifitas hasil autopsi. Sebab dari informasi yang diterima, keefektifan jenazah saat dilakukan autopsi ketika berumur 2 minggu setelah dinyatakan meninggal dunia.

Dan dua jenazah yang akan dilakukan autopsi ini telah 25 hari dimakamkannya. “Forensik menyatakan efektifitas tubuh manusia meninggal bisa diautopsi kan dua minggu agar bisa dilihat kandungan zat di dalam tubuhnya. Apalagi juga tergantung dengan konstruksi tanah. Artinya kita akan lihat hasilnya nanti gimana,” jelas Imam.

Sementara nantinya setelah proses autopsi dilakukan, akan dilakukan proses penelitian di Lamongan. Proses tersebut memakan waktu kurang lebih tiga minggu.

“Katanya dua sampai tiga minggu hasil lab sudah diumumkan. Intinya IDFI harus membeberkan dimana lab untuk meneliti jenazah, kalau tidak kita wajib mempertanyakan,” ungkap Imam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru