Malangtimes

Aremania Kawal Penuh Proses Autopsi Anak Devi Athok

Nov 04, 2022 19:16
Aremania saat melakukan aksi damai untuk tuntut keadilan (foto: Hendra Saputra/ JatimTIMES)
Aremania saat melakukan aksi damai untuk tuntut keadilan (foto: Hendra Saputra/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Aremania menentukan sikap akan mengawal penuh proses autopsi dua jenazah korban tragedi Stadion Kanjuruhan yang rencananya digelar 5 November 2022 besok. 

Autopsi tersebut akan digelar di Tempat Pemakaman Muslim di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Salah satu perwakilan Tim Gabungan Aremania (TGA), Andik Koreng mengatakan bahwa pihaknya akan menepati janji untuk mengawal proses autopsi dua jenazah putri dari Devi Athok. 

Dalam hal ini, pihaknya mengirim surat ke Polres Malang untuk meminta izin melakukan pendampingan keluarga dua jenazah yang dilakukan autopsi.

“Tanggal 5 gas pol dukung dulurku (saudaraku) autopsi. Surat sudah sampai ke pihak Polres Malang. Tetap harus ada kesempatan kita mendampingi autopsi,” ujar Andik Koreng, Jum'at (4/11/2022).

Sementara kuasa hukum keluarga korban, Imam Hidayat mengatakan bahwa kliennya yakni Devi Athok sangat senang dengan pendampingan yang dilakukan. Bahkan, dukungan Aremania juga membuat dirinya yakin autopsi bakal berjalan dengan lancar.

“Mas Devi sangat senang Aremania ikut mengawal. Ini untuk menjaga objektifitas, kita perlu kawalan Aremania. Gak ada salahnya semua mengawal, karena satu tujuan supaya autopsi berjalan secara objektif,” ungkap Imam.

Selain Aremania, Imam menjelaskan bahwa yang ikut mengawal proses autopsi adalah pihak keluarga korban, kuasa hukum pendamping keluarga korban, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), pihak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), hingga Komnas HAM.

“Jadi besok, selain keluarga dan tim kuasa hukum, juga ada TGIPF, LPSK dan Komnas memang diperbolehkan untuk menyaksikan itu (autopsi),” beber Imam.

“Kita melekat dengan klien kita, jadi memang harus ikut mengawal. Itu permintaan beliau (Devi Athok),” imbuh Imam.

Perlu diketahui, pelaksanaan autopsi tersebut bakal dilakukan secara ekshumasi atau langsung melakukan autopsi di makam jenazah.

Secara teknis, autopsi bakal dilakukan oleh tim Ikatan Dokter Forensik Indonesia (IDFI) Jawa Timur sesuai permintaan dari Polda Jawa Timur yang telah menyurati IDFI Jawa Timur. “Nanti Dokpol (Dokter Polisi) hanya mengawal saja, eksekusi dilakukan dokter forensik Jawa Timur. Jadi bisa berasal dari RSSA atau universitas,” pungkas Imam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru