Malangtimes

Soal Teror Bondet di Rumah Petugas Lapas Lowokwaru, Polisi Periksa 6 Saksi

Nov 03, 2022 18:32
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Baralangi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Baralangi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Polres Malang masih terus menyelidiki aksi teror yang dilakukan orang tak dikenal (OTK) ke rumah salah satu petugas Lapas Klas I Malang, Abdul Aziz. Aksi teror tersebut dilakukan dengan melempar sebuah bom ikan atau bondet ke rumah Abdul Aziz, Senin (24/10/2022) lalu. 

Hingga saat ini, Polres Malang telah memeriksa sebanyak 6 orang saksi. Sejumlah saksi yang diperiksa tersebut meliputi keluarga korban, tetangga dan petugas Lapas Lowokwaru lain yang juga merupakan teman kerja Abdul Aziz.

Dalam penelusuran aksi teror tersebut, polisi telah berhasil mengidentifikasi satu orang yang diduga kuat sebagai pelaku pelemparan bondet itu. Namun demikian, pengumpulan barang bukti masih terus dilakukan. Sembari terus menggali keterangan dari para saksi. 

"Selain bertujuan untuk mencari terduga pelaku, pemeriksaan barang bukti dan saksi itu untuk mencari tahu motif dari teror pelemparan bondet itu," ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi, Kamis (3/11/2022). 

Sementara itu, selain mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari para saksi, penelusuran juga dilakukan polisi dengan berbekal rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian, yakni di Desa Sumberkradenan, Kecamatan Pakis. 

Dari video rekaman CCTV yang didapat media ini, aksi tersebut diduga dilakukan oleh dua orang yang menggunakan motor. Dimana terekam aksi sang pelaku saat melintas hingga kemudian melemparkan sesuatu ke arah rumah pelaku. 

"Mereka (dua orang berboncengan) perannya berbeda. Dari rekaman CCTV, diketahui dua orang itu terlihat bolak-balik dua kali sebelum melancarkan aksinya," jelas AKP Donny. 

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Yakni sisa material bondet seperti serpihan kain, pecahan kelereng dan batuan kerikil kecil. Dan saat ini, sedang dilakukan uji di Laboratorium Forensik (Labfor). 

"Ada pecahan kelereng, batuan kerikil kecil dan serpihan kain, yang diduga kuat digunakan sebagai material pembuat bondet. Selain barang yang disebutkan itu, tidak ada benda lain," terang Donny. 

Sementara itu, akibat peristiwa tersebut, rumah korban mengalami beberapa kerusakan. Baik bangunan atau sejumlah furniture di rumahnya. Dan diperkirakan, kerugian akibat kerusakan tersebut sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. 

"Seperti kursi, tembok dan plafon (kerusakan). Total kerugian diperkirakan dua sampai tiga juta rupiah," jelas Donny. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru