Malangtimes

Puncak Musim Hujan Januari 2023, Kota Batu Mulai Ancang-Ancang Lakukan Ini

Nov 03, 2022 15:45
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menyerahkan bibit tanaman di Balai Kota Among Tani, Kamis (3/11/2022).
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menyerahkan bibit tanaman di Balai Kota Among Tani, Kamis (3/11/2022).

JATIMTIMES - Kota Batu akan mengalami puncak musim hujan pada bulan Januari 2023 mendatang. Berkaca dari tahun 2021 lalu, Kota Batu termasuk wilayah dengan indeks risiko bencana sedang.

Untuk menanggulangi risiko bencana, dibentuk Tim Komando Penanggulangan Bencana Kota Batu yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Danrem 083 Baladhika Jaya, Kolonel Inf Mohammad Imam Gogor Agnie Aditya dalam Apel gelar pasukan dalam rangka Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Wilayah Kota Batu pada musim hujan tahun 2022/2023, di Balai Kota Among Tani, Kamis (3/11/2022).

Gogor menambahkan, semua pihak harus berkoordinasi untuk mengkaji, mengidentifikasi dan aktivasi pos komando siaga darurat bencana, melakukan pengecekan kesiapan dan penyediaan bahan, menjalankan patroli susur sungai, perempesan/pemotongan pohon, dan pemeliharaan/penguatan bangunan milik pemerintah.

“Selain itu, melakukan sosialisasi bencana dan evakuasi masyarakat yang terancam bencana. Untuk itu harus dilaksanakan pengamatan, kajian dan analisis tentang gejala bencana dan penyebarluasan informasi peringatan bencana,” ungkap Gogor.

Untuk menjaga perekonomian, Gogor mengarahkan untuk melakukan stabilisasi harga komoditas pangan akibat bencana dan cuaca ekstrim, simulasi, gladi dan latihan terpadu menghadapi bencana, serta penggunaan belanja tidak terduga untuk mengatasi dampak ekonomi karena bencana.

“Pengelola satuan pendidikan memperhatikan 3 pilar Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), dengan pemantauan dan koordinasi bersama wali murid dan pihak sekolah,” tambah Gogor.

Masyarakat juga diminta menyiapkan jalur dan tempat evakuasi berbasis keluarga, membiasakan melihat prakiraan cuaca, serta mengenal potensi bencana menggunakan aplikasi InaRisk Personal.

Selain itu, Gogor juga meminta masyarakat yang tinggal di lereng atau dataran rendah, jika hujan intensitas lebat durasi lebih dari 1 jam dan jarak pandang kurang dari 50 meter, segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.

“Penanggulangan bersifat preventif dengan membuka ruang yang lebih luas untuk pencegahan, dan menjadikan keluarga tangguh bencana sebagai dasar dari pencegahan bencana,” tutup Gogor.

Sedang apel ini juga diikuti oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, DPRD Kota Batu, jajaran Forkopimda Kota Batu, serta perwakilan dari Polres Batu, Kodim 0818, Kejari, dan OPD di Pemkot Batu.

Juga diikuti prajurit TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, Tagana, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PMI, dan anggota Pramuka yang termasuk dalam Tim Komando Penanggulangan Bencana. Tim Komando penanggulangan bencana tersebut terbagi dalam klaster ekonomi, klaster pendidikan, klaster kesehatan, klaster sarana prasarana, dan berbagai klaster lainnya.

Selain itu juga dilakukan penyerahan simbolis bibit tanaman dalam rangka reboisasi lahan kritis, penyerahan bantuan santunan yatim piatu, dan penyerahan simbolis pembangunan 10 rumah kembali pasca banjir bandang Bulukerto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru