Malangtimes

Benarkah Ada Perayaan Halloween di Arab Saudi? ini Penjelasannya 

Nov 02, 2022 17:26
Bukan perayaan Halloween. Ini merupakan Festival Riyadh musiman. (foto: Twitter)
Bukan perayaan Halloween. Ini merupakan Festival Riyadh musiman. (foto: Twitter)

JATIMTIMES - Baru-baru ini media internasional hingga media nasional menyoroti adanya perayaan Halloween di Arab Saudi. Kabar itu semakin heboh ketika dikomparasikan dengan adanya larangan perayaan Maulid Nabi Muhammad di Arab Saudi.  

Pemerhati negara Timur Tengah Anan Nudin yang saat ini tinggal di Arab Saudi mengklarifikasi adanya isu perayaan Halloween di Arab. Menurut dia, gambar dan video perihal perayaan Halloween di Arab Saudi itu merupakan informasi yang kurang tepat sebenarnya. 

"Alasannya ada beberapa hal. Pertama, foto itu diambil hanya di Festival Musiman Riyadh yang jaraknya 866 km atau durasi perjalanannya 8-9 jam dari Makkah," kata Anan, dilansir dari tvOne live. 

Dia juga menjelaskan grand opening Festival Musiman Riyadh itu sudah dibuka sejak 21 Oktober. Hanya, festival musiman ini memiliki tema yang berbeda-beda pada setiap minggunya. Bahkan area-area dalam festival ini juga memiliki tema yang berbeda-beda. 

Misalnya, minggu ini horor, minggu depan anime, lalu tema pakaian nasional, dan ada juga tema pakaian internasional. 

"Nah tema minggu pertama festival ini adalah 'Scary Weekend (akhir minggu menyeramkan)'. Jadi, tidak ada (pihak pemerintah maupun EO penyelenggara) yang mengatakan itu adalah perayaan Halloween," tegas Anan. 

Selain itu, Anan menceritakan bahwa selama dua hari, 27-28 Oktober, kebetulan ada promo tiket masuk ke kawasan festival itu digelar. Siapa saja yang mengenakan topeng menyeramkan akan digratiskan masuk ke area festival. 

"Akhirnya orang berbondong-bondong hingga mencapai 120 ribu pengunjung karena mengincar gratisan. Hingga tersebar seakan-akan itu (perayaan) Halloween. Padahal itu adalah Festival Riyadh Session dan hanya terjadi di Riyadh. Jadi, negara Saudi tidak merayakan halloween," tegasnya. 

Anan juga menilai komparasi yang tidak tepat antara perayaan Maulid Nabi dengan Festival Riyadh Session. "Ini persoalan akidah agama. Jika disandingkan dengan kebudayaan festival (yang ingin menunjukkan kreasi anak muda), saya kira komparasi yang kurang tepat untuk disandingkan," jelas Anan. 

Diketahui, narasi yang tersebar sebelumnya dilansir dari Arab News bahwa Saudi Arab menggelar perayaan Halloween. Perayaan itu didedikasikan untuk menampilkan aksi pemuda dengan topeng menyeramkan. Melalui acara itu, harapannya pemuda Arab Saudi bisa menunjukkan kreativitasnya. Dan yang paling utama, acara ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, penuh sensasi dan menggemberikan. 

Salah satu pengunjung, Abdulrahman, memamerkan kostum makhluk mitologi Amerika Utara Wendigo. Menurut Dia, ini kali pertama Abdulrahman merayakan Halloween di Arab Saudi. 

“Ini perayaan besar, jujur, dan ada semangat kegembiraan. Dalam hal haram atau halal, saya tidak tahu tentang itu. Kami merayakannya hanya untuk bersenang-senang dan tidak ada yang lain. Kami tidak percaya pada apa pun," katanya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru