Malangtimes

Pasien Anak dengan Gangguan Ginjal di RSUD dr Saiful Anwar Malang Membaik

Nov 02, 2022 14:26
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Perawatan RSSA, dr Syaifullah Asmiragani (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Perawatan RSSA, dr Syaifullah Asmiragani (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pasien anak dengan gangguan ginjal yang sedang dirawat di RSUD dr Saiful Anwar Malang dikabarkan membaik. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Perawatan RSSA, dr Syaifullah Asmiragani.

Pasien berinisial T asal Blitar tersebut kini sudah tidak lagi menjalani terapi cuci darah atau hemodialisis. Bahkan, saat ini pasien tersebut dirawat di ruang low care.

“Sudah lepas dari HD (hemodialisis). Jadi sudah membaik, ginjalnya kembali pulih, tapi saat ini belum dipulangkan, masih tetap kita pantau,” kata Syaifullah, Selasa (1/11/2022).

Syaifullah menjelaskan bahwa RSUD dr Saiful Anwar Malang secara total merawat 9 pasien dengan gangguan ginjal, dalam kurun waktu Agustus hingga November tahun ini. Dari 9 pasien tersebut, 3 pasien diantaranya telah meninggal dunia, sementara sisanya sembuh.

Syaifullah juga menjelaskan bahwa para pasien tersebut berasal dari Jawa Timur, seperti Blitar, Sidoarjo, Pasuruan, Kota dan Kabupaten Malang. Dan mereka rata-rata berusia anak dari rentang umur 5 hingga 15 tahun.

Namun, hingga kini pihak RSUD dr Saiful Anwar Malang juga masih belum dapat menjelaskan penyebab tiga pasien yang meninggal mengalami gangguan ginjal. “Untuk tiga orang meninggal ini penyebabnya masih kita telusuri, karena belum diketahui penyebabnya, maka kita sebut atipikal,” ungkap Syaifullah.

Tapi, RSUD dr Saiful Anwar Malang mencurigai penyebab meninggalnya tiga pasien tersebut karena pernah mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

“Gejalanya gangguan ginjal seperti tidak bisa kencing, tapi dicari penyebab utamanya masih enggak jelas. Yang kita curigai penyebabnya dari konsumsi obat-obatan, itu juga belum bisa kita pastikan,” beber Syaifullah.

Namun, Syaifullah juga menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirim beberapa sampel seperti urine dan obat-obatan yang pernah dikonsumsi pasien tersebut. Sampel tersebut dikirim ke Puslabfor di kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Beberapa sampel sudah kita kirim ke Puslabfor, termasuk urine dan obat-obatan yang pernah dikonsumsi,” tukas Syaifullah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru