Malangtimes

Update Musibah Angin Kencang, Belasan Atap Bangunan di Dau Rusak

Nov 02, 2022 08:36
Petugas gabungan beserta warga saat berupaya membenahi atap rumah yang rusak paska diterjang angin kencang di Kecamatan Dau. (Foto : Humas Polres Malang for Jatim TIMES)
Petugas gabungan beserta warga saat berupaya membenahi atap rumah yang rusak paska diterjang angin kencang di Kecamatan Dau. (Foto : Humas Polres Malang for Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Belasan bangunan yang meliputi rumah warga, kafe, toko mebel, hingga bengkel motor dan tempat usaha yang berlokasi di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang mengalami kerusakan usai diterjang musibah angin kencang, Selasa (1/11/2022).

Data kepolisian menyebut, belasan bangunan yang terdampak musibah angin kencang tersebut, rata-rata mengalami kerusakan pada bagian atap bangunan.

Pernyataan itu disampaikan Kasi Humas Polres Malang, IPTU Ahmad Taufik saat dihubungi Jatim Times, Rabu (2/11/2022). 

"Berdasarkan laporan situasi yang kami peroleh dari Polsek Dau, total sedikitnya ada 11 bangunan di (Kecamatan) Dau yang dikabarkan mengalami kerusakan usai musibah angin kencang. Belasan bangunan yang terdampak semuanya mengalami kerusakan di bagian atap," katanya.

Rinciannya, dijelaskan Taufik, sedikitnya ada 7 kafe di wilayah Kecamatan Dau yang mengalami kerusakan di bagian atap bangunan usai diterjang angin kencang. 

Ketujuh kafe tersebut yakni Cafe Querencia Atap depan teras rusak ringan; Rio pemilik Kopi Kampoeng mengalami kerusakan atap seng melingkap; Yepi pemilik Rumah Makan Ceker Semprul 52 kerusakan ringan dibagian atap asbes; Warung Kopi Susu atap depan rusak ringan; Aditya Nur Wibowo pemilik AKA Cafe kerusakan Atap Asbes rusak ringan; Miftahul Huda pemilik Jemblung  Cafe, atap galfalum separuh bangunan kafe mengalami rusak sedang; Ahmad Faiz Dermawan pemilik Alaska Cafe kerusakan ringan separuh bangunan dibagian atap galvalum.

Selain merusak 7 atap bangunan kafe, 3 tempat usaha dan bengkel motor juga turut terdampak musibah angin kencang. 

Rinciannya sebagai berikut, Zaini pemilik Bengkel Sepeda Motor, mengalami kerusakan ringan yakni dibagian atap depan bangunan bengkel yang melingkap, kini sudah diperbaiki; Hengky pemilik Mebel Labirin dan Interior atap dari spandek mengalami kerusakan ringan; Teguh Basuki pemilik Gibsun Legawa mengalami rusak sedang yakni atap asbes runtuh.

Terakhir, satu bangunan rumah warga mengalami kerusakan cukup parah paska diterjang angin kencang. Yakni tempat tinggal milik Khoirul warga Dusun Klandungan, Desa Landungsari, Kecamatan Dau. Seluruh atap rumah korban yang merupakan spandek berhamburan saat diterjang angin kencang.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, hanya kerugian material saja," ungkap Taufik.

Sebagaimana yang telah diberitakan, kronologi kejadian musibah angin kencang bermula saat cuaca di wilayah Kecamatan Dau sedang mendung namun tidak dalam kondisi hujan, Selasa (1/11/2022) pukul 14.00 WIB.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba angin berembus kencang sehingga merusak bangunan rumah, bengkel dan kafe serta beberapa tempat usaha milik warga yang ada di Kecamatan Dau. Terparah, angin kencang terjadi di kawasan Jalan Raya Dermo, Desa Mulyoagung dan Desa Landungsari Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Beberapa saat setelah kejadian, petugas gabungan dari Polsek Dau, Koramil Dau, jajaran Muspika, Perangkat Desa setempat, dan para relawan tanggap bencana dari PMI dan BPBD Kabupaten Malang dikerahkan ke lokasi kejadian. Selain itu, petugas gabungan juga berkoordinasi dengan pihak PLN, guna mengantisipasi aliran listrik yang dapat membahayakan warga saat melakukan evakuasi.

"Kemarin (Selasa 1/11/2022) kami sudah melakukan pendataan dan evakuasi sementara bersama warga. Rencananya hari ini (Rabu 2/11/2022) sekitar pukul 08.00 WIB, petugas gabungan akan melaksanakan bakti sosial sekaligus kerja bakti di bangunan milik warga yang terdampak musibah angin kencang," ujar Taufik.

Terpisah, Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, M Yunus menuturkan, sejauh ini diperkirakan kerugian akibat musibah angin kencang yang terjadi di Kecamatan Dau ditaksir mencapai Rp 50 juta.

"Sementara ini kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah terpal untuk menutup bagian atap yang terdampak angin kencang," tukasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru