Malangtimes

Kuasa Hukum Devi Athok Beber Formasi Dokter yang Tangani Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan

Nov 01, 2022 12:10
Kuasa hukum Devi Athok, Imam Hidayat. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Kuasa hukum Devi Athok, Imam Hidayat. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kuasa hukum Devi Athok, Imam Hidayat, membeberkan formasi dokter yang akan menangani autopsi korban tragedi Kanjuruhan. Para dokter itu yang nanti mengautopsi jenazah dua putri Athok, yakni Natasya Deby Ramadhani (16) dan Nayla Deby Anggraeni (13). 

Imam mengatakan ada enam dokter yang akan melakukan autopsi. Dari jumlah itu,  dokter dari pihak kepolisian hanya ada satu.

“Jadi gini, dokter forensik yang kita dengar ada enam. Yang kemarin Mas Devi Athok khawatir takutnya (dokternya hanya) dari dokpol (kedokteran kepolisian), ternyata dokpolnya hanya satu. Yang lain dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia, dari Unair, UMM, dan UB,” beber Imam.

Imam memastikan, saat autopsi di makam dan pemeriksaan di laboratorium, pihaknya senantiasa mengawal. Sebab, pihaknya tidak ingin ada permainan untuk mengetahui penyebab kematian dua anak Devi Athok dalam tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu.

“Karena bukan hanya eksekusi di pemakaman. Setelah diautopsi, kemudian diperiksa di laboratorium mana, itu harus kami kawal,” ucap Imam.

“Nanti kita pada waktu pembacaan hasilnya, kalau nanti hasil autopsi dibawa ke laboratorium yang kita tidak tahu, kemudian tiba-tiba hasilnya mati karena terinjak-injak, celaka kita dong kita. Harus kita kawal,” imbuhnya.

Imam juga menjelaskan bahwa keberanian Devi Athok melakukan autopsi untuk kedua anaknya muncul karena telah didampingi berbagai pihak. Di antaranya LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) hingga Aremania.

“Mendapatkan perlindungan dari LPSK. Jadi melekat ke mana-mana. Makanya dia berani untuk menyatakan kembali mau autopsi dua anaknya itu,” tukas Imam.

Sebagai informasi, sebelumnya Devi Athok membuat surat pernyataan yang ditulis tangan. Di situ tertera tiga poin penting yang disampaikan. Salah satunya berbunyi mencabut pernyataan pencabutan permintaan autopsi kepada kedua anaknya.

Berikut isi poin surat pernyataan Devi Athok

1. Mencabut surat pernyataan tentang pencabutan kesediaan dilakukan autopsi terhadap anak saya Natasya Deby Ramadhani dan Nayla Deby Anggraeni per tanggal 17 Oktober 2022.
2. Saya bersedia kembali untuk dilakukan autopsi terhadap anak saya Natasya Deby Ramadhani dan Nayla Deby Anggraeni seperti surat yang saya buat tertanggal 10 Oktober 2022.
3. Saya sampaikan surat pernyataan tertanggal 17 Oktober 2022 dikarenakan saya mendapat tekanan secara psikis sehingga saya membuat pencabutan dalam keadaan tertekan dan bingung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru