Malangtimes

Aremania Sampaikan Tuntutan, Kajari Kota Malang Temui Massa Aksi

Oct 31, 2022 12:17
Kajari Kota Malang Edy Winarko saat menemui massa aksi di depan Kejari Kota Malang. (foto: Ima/JatimTIMES)
Kajari Kota Malang Edy Winarko saat menemui massa aksi di depan Kejari Kota Malang. (foto: Ima/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Aremania yang melakukan aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang meminta kepala kejari (kajari) agar segera berkomunikasi dengan Kejati Jatim. Tuntutannya, berkas kasus tersangka tragedi Kanjuruhan dikembalikan ke penyidik Polda Jatim.

Untuk itu, dalam aksi damai yang dilakukan, para Aremania meminta Kajari Kota Malang Edy Winarko menemui massa aksi. Tak berselang lama, Edy Winarko yang didampingi keamanan internal kejari dan Satpol PP Kota Malang menemui massa aksi.

Terlihat raut wajah tegang Edy Winarko saat menemui massa aksi. Namun kajari memastikan akan segera melakukan komunikasi dengan Kejati Jatim.

“Apa yang disampaikan kali ini akan kami sampaikan ke pimpinan (Kejati Jatim). Hari ini juga akan kami sampaikan ke pimpinan,” ujar Edy Winarko di hadapan Aremania, Senin (31/10/2022).

Massa aksi dari Aremania saat mendengarkan keterangan Kajari Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

Menurut Edy, saat ini berkas kasus tragedi Kanjuruhan masih diteliti oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Jatim. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Aremania agar bersabar.

“Mohon kesabaran teman-teman semua. Kami sangat mendukung Aremania. Akan kami sampaikan tuntunan hari ini ke pimpinan,” ucap Edy.

Ada empat tuntunan dari Aremania yang disampaikan di depan Kantor Kejari Kota Malang. Empat tuntunan tersebut diharapkan segera ditindaklanjuti agar tragedi kemanusiaan 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan segera tuntas.

Berikut empat  tuntunan aksi damai yang digelar 31 Oktober 2022:

1. Meminta Kejaksaan Tinggi Jatim bersikap adil dan memiliki tanggung jawab moral untuk dapatnya melakukan penanganan perkara tragedi Kanjuruhan yang menelan korban 135 jiwa tersebut dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku.

2. Memasukkan/menerapkan pasal 338 dan 340 KUHP terkait penyelesaian tragedi Kanjuruhan. 

3. Meminta Kejaksaan Tinggi Jatim menolak atau mengembalikan berkas perkara yang disampaikan oleh penyidik Polda Jatim karena tidak lengkap dan tidak sesuai dengan fakta hukum sebenarnya (atau diistilahkan menolak/tidak melakukan P-21 terhadap berkas perkara tragedi Kanjuruhan yang diserahkan oleh penyidik Polri). 

4. Meminta kejaksaan memastikan agar seluruh penyelenggara dan seluruh tenaga pengamanan yang terlibat langsung dalam melakukan penembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan untuk dapat diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru