Malangtimes

KBRI Seoul Sebut Belum Ditemukan Informasi WNI Jadi Korban Insiden Itaewon 

Oct 30, 2022 14:11
KBRI untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto menyampaikan update kemungkinan korban WNI terdampak insiden Itaewon (foto : Instagram @indonesiainseoul)
KBRI untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto menyampaikan update kemungkinan korban WNI terdampak insiden Itaewon (foto : Instagram @indonesiainseoul)

JATIMTIMES - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto menyampaikan pihaknya masih melakukan pencarian informasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban insiden Itaewon pada Sabtu (29/10/2022) malam. 

Melalui akun Instagramnya @indonesiainseoul, Gandi mengungkapkan duka mendalam atas meninggalnya para korban dalam insiden Itaewon. 

"Dan tentu saja kami sendiri terus berupaya mengirim tim, mengecek di berbagai rumah sakit rujukan karena ada 18 rumah sakit rujukan di Seoul dan juga kantor polisi untuk mencari informasi WNI ada korban atau tidak,"ucapnya. 

Selain itu, Gandi menyebut pihaknya KBRI juga telah bekerjasama dengan WNI di Korea Selatan untuk mencari informasi terkait korban insiden Itaewon itu. 

"Kami juga menggerakkan para WNI yang ada disini lewat GerCep (Gerakan Cepat) yang dihimpun dari pelajar, WNI, pekerja migran untuk mencari informasi (korban insiden Itaewon) tersebut. Kami membuka Kakaotalk untuk terus update informasi tentang kemungkinan WNI jadi korban insiden Itaewon," tegasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi kembali korban WNI yang terdampak dari insiden Itaewon. KBRI pun akan terus update informasi perkembangan kemungkinan adanya korban WNI. 

Data paling baru menyebutkan, insiden Itaewon itu menewaskan 151 orang, termasuk 19 orang asing. Selain itu sejumlah 82 orang terluka, 19 di antaranya dinyatakan terluka parah.

Pesta perayaan Halloween pada Sabtu (29/10/2022) malam di sepanjang gang Itaewon dipenuhi dengan orang. Pasalnya, acara Halloween ini kali pertama digelar setelah tiga tahun mengalami pembatasan covid. 

Insiden itu bermula ketika beberapa orang yang beradai di jalan tanjakan terjatuh. Sehingga berguling-guling menimpa massa yang berada di bawahnya. Kepanikan pun mulai terjadi. Para pengunjung yang ingin keluar dari kerumunan, akhirnya berdesakan dan terinjak-injak. 

Karena sangat sesak, petugas hingga kesusahan untuk menarik orang dari kerumunan. Dampaknya, puluhan orang terkapar di jalanan dan mengalami henti jantung. Bahkan terekam di video yang beredar tim medis meminta tolong warga untuk memberikan pertolongan pertama / CPR di lokasi kejadian. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru