Malangtimes

Mengenal Itaewon, Tempat Perayaan Halloween yang Menewaskan 151 Korban 

Oct 30, 2022 12:39
Salah satu gang di kawasan Itaewon yang dikenal sebagai pusat destinasi wisata di Korea Selatan (foto: laman Koreatodo)
Salah satu gang di kawasan Itaewon yang dikenal sebagai pusat destinasi wisata di Korea Selatan (foto: laman Koreatodo)

JATIMTIMES - Jauh sebelum terjadi insiden Halloween yang menewaskan 151 korban, Itaewon memang sudah dikenal sebagai zona wisata khusus pertama di Seoul, yang ditetapkan pada tahun 1997.

Tak heran jika berbagai perayaan dipusatkan di kawasan yang berada di permukiman distrik Yongsan-gu, Kota Seoul itu. Semakin lengkap karena di kawasan Itaewon ini, ada sekitar 2.000 toko yang berjejer di sepanjang jalan. Aneka kuliner mancanegara banyak ditemui di kawasan ini. 

Sejatinya, Itaewon ini merupakan kawasan yang berupa jalanan dengan gang-gang kecil dan menanjak. Di mana dalam gang-gang itu banyak sekali resto, kafe, bar, tempat belanja hingga kelab malam. 

Sebagai zona wisata, Itaewon tak hanya dipenuhi dengan wisata kuliner namun juga terdapat museum, tempat belanja hingga tempat ibadah. 

Itaewon juga dikenal menjadi jujukan para turis. Bahkan kawasan ini disebut tempat bertemunya berbagai budaya atau multikultur. Sehingga jika melihat sekelompok turis asal Eropa atau Amerika yang sedang asik minum soju atau turis berhijab keluar dari restoran halal adalah hal biasa di kawasan itu. 

Itaewon juga sering menggelar festival tahunan yang seru, salah satunya Itaewon Global Village Festival yang diadakan setiap Oktober. 

Seperti juga pesta perayaan Halloween pada Sabtu (29/10/2022) malam. Sepanjang gang Itaewon dipenuhi dengan orang. Pasalnya, acara Halloween ini kali pertama digelar setelah tiga tahun mengalami pembatasan covid. 

Insiden itu bermula ketika beberapa orang dari jalan tanjakan terjatuh. Sehingga berguling-guling menimpa massa yang berada di bawahnya. Kepanikan pun mulai terjadi. Para pengunjung ingin keluar dari kerumunan itu, akhirnya berdesakan dan terinjak-injak. 

Karena sangat sesak, petugas hingga kesusahan saat akan menarik orang dari kerumunan. Dampaknya, puluhan orang terkapar di jalanan dan mengalami henti jantung. Bahkan beberapa orang terekam memberikan pertolongan pertama di tengah keramaian. 

Data paling baru menyebutkan 151 orang terkonfirmasi meninggal dunia. Jumlah korban tersebut masih berpotensi berubah. Sementara 82 orang mengalami luka-luka, 19 di antaranya mengalami luka serius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru