Malangtimes

Buntut Jadi Tersangka, Bupati Bangkalan Terancam Dinonaktifkan dari Partai

Oct 30, 2022 07:44
Bupati Bangkalan yang juga menjabat ketua DPC PPP Bangkalan Abdul Latif Amin Imron (foto dari internet)
Bupati Bangkalan yang juga menjabat ketua DPC PPP Bangkalan Abdul Latif Amin Imron (foto dari internet)

JATIMTIMES - Dewan Pengurus Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) akan segera mengambil keputusan setelah kadernya, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di Pemkab Bangkalan.

Abdul Latif bakal dinonaktifkan dari jabatan partai. Selain menjadi bupati, Abdul Latif Imron juga menjadi ketua DPC PPP Kabupaten Bangkalan.

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek mengatakan meski belum mendapat informasi secara resmi dari KPK dan hanya mendapat informasi dari pemberitaan, partainya  harus mengambil langkah cepat dan sesuai aturan.

"Tentu DPP akan bertindak secara organisasi berdasarkan AD/ART," kata Awiek di Surabaya (29/10/2022). 

Lebih lanjut Awiek mengatakan sejauh ini pihaknya belum melakukan rapat terkait informasi bupati Bangkalan menjadi tersangka. Namun dalam waktu dekat, ia mengatakan akan segera membuat keputusan.

"Kami masih belum melakukan rapat. Kami masih melakukan komunikasi terkait kasus yang menimpa beliau. Dengan Ra Latif sendiri belum pernah ada komunikasi terkait hal ini," ucapnya.

Awiek menegaskan, siapa saja yang terjerat KPK  akan dinonaktifkan dari jabatan struktural partai.

Sebelumnya, pada Jumat (28/10/2022), Wakil Ketua KPK Alexander Marwata membenarkan Ra Latif sebagai tersangka dalam kaitan jual beli jabatan di Pemkab Bangkalan.  Konfirmasi terkait bupati Bangkalan menjadi tersangka itu muncul usai adanya pencekalan terhadap Ra Latif untuk tidak pergi ke luar negeri selama 6 bulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru