Malangtimes

Saluran Air Bangunan Kolonial di Bululawang Dipermak Jadi Tempat Wisata

Oct 29, 2022 19:41
Lokasi di bawah Jembatan Talang Bululawang yang sedang dipermak menjadi taman. (Foto: Istimewa).
Lokasi di bawah Jembatan Talang Bululawang yang sedang dipermak menjadi taman. (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Pemerintah Desa (Pemdes) Bululawang tengah dalam proses mempermak sebuah konstruksi bangunan jaman kolonial di sekitar wilayahnya. Konstruksi bangunan kolonial tersebut biasa disebut warga setempat sebagai Jembatan Talang. 

Jembatan ini terletak di dua desa yaitu Desa Bululawang dan Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Namun lebih banyak bagian jembatan ini berada di Desa Bululawang. Lokasi jembatan ini berjarak kurang lebih 500 meter tenggara Pasar Bululawang.

Jembatan Talang tersebut diketahui mengalirkan irigasi melewati lembah atau Kali (Sungai) Manten. Bentuk dan fungsinya yang menyerupai talang membuat warga juga menyebutnya dengan talang air. Hal itulah yang membuat nama jembatan itu dikenal dengan Jembatan Talang.

Posisinya yang berada di antara bukit, membuat lembah yang ada di bawahnya dinilai menjadi salah satu potensi yang unik. Memanfaatkan hal tersebut, dengan khas bangunan kolonial, membuat Pemdes Bululawang ingin mempermaknya menjadi spot wisata. 

"Iya itu sedang dalam proses hingga saat ini, rencananya akan dijadikan tempat wisata, tanpa menghilangkan kesan bangunan khas kolonialnya," ujar Kepala Desa Bululawang, Hasan Bashori, Sabtu (29/10/2022) sore. 

Informasi yang dihimpun, area lembah di bawah Jembatan Talang itu sedang dikonsep seperti taman serta dapat digunakan untuk aktivitas outbond. Nampak sebuah bangunan rumah yang dikonsep menjadi rumah pohon. 

Beberapa meja dan kursi dari kayu juga telah ditata sedemikian rapi di atas tanah yang sudah dikeraskan. Akses berupa tangga permanen juga telah dapat digunakan menuju lokasi tersebut. 

"Itu bentuk kolaborasi antara Pemdes dengan warga. Dan sedang dalam proses sampai saat ini," pungkas Hasan. 

Sebagai informasi, Jembatan Talang ini dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda sekitar tahun 1904/1905. Lebar saluran air yang di atas jembatan tersebut sekitar 3 meter dengan kedalaman 1,5 meter, dan yang berada di sebelah timur diberi pagar terbuat dari besi. Sehingga, badan saluran air di sebelah timur bisa digunakan untuk menyeberang penduduk antar desa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru