Malangtimes

Apa Kata Polda Jatim Soal Rekaman CCTV Stadion Kanjuruhan yang Hilang? Kapolda Enggan Beri Penjelasan

Oct 26, 2022 18:40
Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto menanggapi pernyataan TGIPF terkait belum menerima CCTV 3 jam 21 menit yang sempat dinyatakan hilang. Menurutnya, pihaknya telah menjelaskan hal tersebut ke pihak TGIPF hingga Komnas HAM.

Meski demikian, Kapolda dalam pernyataannya seolah enggan menjelaskan dan menjawab pertanyaan terkait CCTV saat diwawancarai awak media. 

“Jangan diulang lagi, itu sudah dijelaskan. Laporan itu sudah saya peroleh dan sudah ada penjelasan terkait itu,” kata Toni usai mengunjungi rumah duka korban Tragedi Kanjuruhan di Jalan Sudimoro, Kota Malang, Rabu (26/10/2022).

Disinggung mengenai isi rekaman tersebut, Toni masih enggan menyampaikan. Menurutnya, lagi-lagi hal tersebut telah disampaikan kepada pihak TGIPF dan Komnas HAM.

“Saya tidak ingin mengulang (penjelasan) untuk itu. Kami sudah menjelaskan kepada TGIPF, termasuk Komnas HAM,” ucap Toni.

Sebelumnya, salah satu anggota TGIPF, Akmal Marhali yang juga Ketua Save Our Soccer (SOS) mengaku bahwa pihaknya belum menerima rekaman CCTV yang hilang tersebut. 

“Belum, kami belum terima, belum diserahkan. Jadi kami juga menyesalkan,” kata Akmal, Rabu (26/10/2022).

Bahkan, Akmal justru mempertanyakan kenapa langkah pihak kepolisian memberikan rekaman tersebut kepada Komnas HAM. Padahal, TGIPF adalah tim khusus bentukan Presiden Jokowi yang telah menunggu dan menagih rekaman tersebut.

“Kami yang tanya soal rekaman (CCTV) yang 3 jam 21 menit hilang itu kok tiba-tiba yang menjawab (publik) Komnas HAM,” beber Akmal.

Namun, Akmal dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya akan terus menagih rekaman CCTV yang hilang tersebut kepada pihak kepolisian.

“Pasti dong. Artinya kan ada hal yang harus dipertanggungjawabkan. 3 jam 21 menit kenapa kemudian tidak ada rekamannya itu. Itu harus dipertanggungjawabkan,” tegas Akmal.

“Harusnya itu menjadi salah satu pegangan bagi para penyidik dalam mengembangkan kasus (Tragedi Kanjuruhan),” imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru