Malangtimes

6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Ditahan, Kapolda Jatim: Terus Berproses

Oct 26, 2022 15:23
Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Polda Jawa Timur (Jatim) menyebut akan terus mendalami kasus tragedi Stadion Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu. Hal itu terkait dengan adanya penambahan tersangka baru.

Kapolda Jatim Irjen Toni Harmanto mengatakan bahwa sejauh ini proses kasus tragedi Stadion Kanjuruhan masih terus berjalan. Salah satunya melakukan penahanan kepada sejumlah orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Proses ini masih bergulir ya seperti yang diketahui sejak kemarin. Dua hari lalu kita sudah melakukan penahan kepada mereka yang sudah diduga sebagai tersangka,” kata Toni saat ditemui di rumah salah satu korban tragedi Kanjuruhan, Rabu (26/10/2022).

Disinggung mengenai apakah ada tersangka baru, Irjen Toni masih belum bisa menyampaikan. Sebab, pihaknya masih terus melakukan pendalaman. “Kita masih proses mendalami lagi, karena (proses) ini masih berjalan,” ungkap Toni.

Sebelumnya Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyebut bahwa pengembangan kasus tragedi Stadion Kanjuruhan lebih penting ketimbang penahanan 6 tersangka awal. Karena saat ini masyarakat terus menunggu perkembangan kasus tersebut.

“Persoalannya bukan tersangkanya ditahan atau tidak. Tapi mengembangkan kasus ini. Siapa yang punya otoritas paling bertanggungjawab dalam peristiwa Kanjuruhan. Itu jauh lebih penting,” kata Anam.

Bahkan, Anam tegas menyebut bahwa penyidik seharusnya lebih mengedepankan pengembangan kasus tragedi kelam 1 Oktober 2022 yang menewaskan 135 jiwa tersebut. Karena masih ada kemungkinan adanya tersangka baru dari 6 tersangka yang telah ditahan saat ini.

“Iya, kami berharap penyidik bisa mengembangkan kasus ini. Bukan soal penahanan,” tegas Anam.

Dalam hal ini, Komnas HAM juga fokus dalam penelusuran pihak yang seharusnya paling bertanggung jawab atas tragedi Stadion Kanjuruhan itu. Sehingga, nanti juga tidak ada kekeliruan dalam penetapan tersangka.

“Kami juga lagi minta keterangan FIFA. Jadi penting itu kita telusuri lebih dalam soal mekanisme pertanggungjawaban dalam FIFA itu, regulasi FIFA, sanksinya, apakah bisa menyentuh ini itu atau hingga organisasi. Poin poin itu kami tanyakan langsung ke FIFA,” tandas Anam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru