Malangtimes

Gerakan Peduli Arema Luncurkan Ada Kita, Aplikasi Data Korban Tragedi Kanjuruhan dan Kebencanaan Terpadu

Oct 26, 2022 06:53
Aplikasi data korban tragedi Kanjuruhan dan kebencanaan terpadu Ada Kita yang diluncurkan GPA. (Ist)
Aplikasi data korban tragedi Kanjuruhan dan kebencanaan terpadu Ada Kita yang diluncurkan GPA. (Ist)

JATIMTIMES - Gerakan Peduli Arema (GPA) meluncurkan aplikasi data korban tragedi Kanjuruhan dan kebencanaan terpadu bernama "Ada Kita". Aplikasi data  terpadu ini merupakan yang pertama ada di Indonesia.

Inisiator Rumah Sedekah NU sekaligus pelindung dan penasihat GPA KH Noor Shodiq Askandar menyampaikan, 
aplikasi ini selain menjadi basis data, juga akan membantu dalam melakukan penanganan maupun pendampingan terhadap para korban.

Menurut Gus Shodiq, selama ini masih belum ada aplikasi yang semacam ini. Sehingga, GPA dengan didukung banyak pihaknya berupaya mengembangkan aplikasi basis data yang tentunya akan bermanfaat dalam penanganan bencana, baik daerah maupun nasional.

1

"Artinya mereka benar-benar terpantau, apakah sudah mendapatkan bantuan, penanganan atau belum. Siapa saja korbannya, berapa jumlahnya, apa yang dibutuhkan, akan ada informasinya dalam aplikasi ini," jelas pria yang juga wakil rektor 2 Unisma ini.

Aplikasi ini juga akan membantu dalam pengawasan pendistribusian bantuan untuk benar-benar sampai kepada korban. Nantinya juga akan terdata jelas aliran bantuan terhadap para korban.

2

"Sehingga (bantuan) tidak hanya terpusat pada kelompok-kelompok, namun bisa merata dan sampai betul kepada para korban yang memang perlu dibantu dan perlu didampingi," ungkapnya.

Awalnya, aplikasi Ada Kita ini dibuat untuk membantu korban tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022. Namun, melihat fungsi yang mempunyai manfaat besar, aplikasi ini tak hanya dapat digunakan sebagai data korban tragedi Kanjuruhan, melainkan juga dapat diimplementasikan pada kejadian atau terkait peristiwa kebencanaan lain. 

"Aplikasi ini untuk jangka panjang. Peristiwa Kanjuruhan ini pemicu saja, tapi sebetulnya bisa dipakai untuk kepentingan lain, bisa digunakan pemda, pemerintah pusat dan lainnya," kata Gus Shodiq.

3

Dalam peluncuran aplikasi Ada Kita di Resto Ocean Garden Jalan Soekarno Hatta (25/10/2022) ini, hadir sejumlah tokoh. Mulai dari Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, Wakil Rektor 2 Unisma KH Noor Shodiq Askandar, Ketua Sekber Aremania Anto Baret, Direktur Jatimtimes Lazuardi Firdaus, Sekretaris Jurusan Psikologi UIN Malang Yusuf Ratu Agung, Bendahara Sekber Aremania Heri Cahyono, Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Malang Bashori, Kaprodi PIAUD Fakultas Tarbiah UIN Malang Ahmad Mukhlis.

Kemudian, Direktur Jatim Park Suryo Widodo, owner NK Cafe Joni Sudjatmoko, owner Mall Dinoyo City Heri Mursid Brotosejati, Direktur RS Lavalette dr Mariani Indahri, owner Ocean Garden Mahrus  Sholeh, pakar hukum tata negara Universitas Brawijaya Dr Ngesti Dwi Prasetyo, Imam Muslih dari Malang Peduli Demokrasi, Ketua Relawan Anak Bangsa Yuning Kartikasari, Sekjen DPP GMPK Abdul Aziz, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, kepala Diskominfo Kabupaten Malang, kepala BPBD Kabupaten Malang, kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Malang

Tentang GPA, ini wadah gerakan bersama dari berbagai elemen. Antara lain Jatimtimes, Lambaga Pendidikan Ma'arif PWNU Jatim, Rumah Sedekah NU, Unisma, RSI Unisma, Fakultas Psikologi UIN Malang, Relawan Anak Bangsa, Unisma Peduli, Malang Peduli Demokrasi, Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi, Rumah Keadilan, RS Lavalette, Progresif Law.

Gerakan ini juga didukung penuh oleh sejumlah perusahaan di Malang Raya seperti Jatim Park Group, Mall Dinoyo City, NK Cafe, Bandung Sport Malang, Ocean Garden, Pusat Oleh-Oleh Kendedes, Sultan Croffle, Ocean Garden, The Sanata Village, Green Stone, Warung Kasemo, CV Makmur Sejati, Havana Park, Turen Indah Bangunan, Dapur Kota, Meteor Cell, Best Dough Bakery, Madu Kembang Joyo, Klinik Gigi NDC.

Beberapa pondok pesantren dan yayasan pendidikan juga aktif bergabung. Yakni Ponpes Syabilur Rosyad yang diasuh Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, Ponpes Bahrul Maghfiroh yang diasuh KH Prof Muhammad Bisri, Pesantren Rakyat yang diasuh KH Abdullah Sam, Ponpes Al Huda Wajak asuhan KH Tajoel Arifin, Ponpes Al Kaff Jabung asuhan KH Abdullah Yazid, serta SMK Diponegoro.

Gerakan bersama bermisi memberikan bantuan kepada masyarakat, utamanya para korban dalam tragedi Kanjuruhan yang tercatat menyebabkan 135 nyawa melayang dan ratusan luka-luka. Bukan hanya fokus memberi bantuan dan pendampingan jangka pendek, GPA berkomitmen memberikan pendampingan jangka panjang bagi korban tragedi Kanjuruhan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru