Malangtimes

Modus Beri Pekerjaan, Pemuda Dampit Diamankan Polisi karena Cabuli Anak di Bawah Umur

Oct 24, 2022 18:57
Tersangka Fano saat dimintai keterangan oleh Kasatreskrim Polres Malang.(Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).
Tersangka Fano saat dimintai keterangan oleh Kasatreskrim Polres Malang.(Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).

JATIMTIMES - Seorang remaja asal Dusun Ngelak Kelurahan Dampit Kecamatan Dampit, Deni Kurniawan atau akrab disapa Fano (18) terpaksa harus diringkus Satreskrim Polres Malang. Hal tersebut setelah Fano melakukan tindakan pencabulan kepada seorang anak di bawah umur. 

Bahkan, hal tersebut sudah dua kali dilakukan, kepada orang atau korban, waktu dan tempat yang berbeda. Kedua korban pun juga sama-sama masih di bawah umur. 

Korban pertama yakni berinisial EW (16) yang telah melaporkan Fano pada tanggal 24 September 2022. Dan korban kedua, adalah warga Kepanjen berinisial RTW (16) yang juga telah melapor ke Polres Malang pada 13 Oktober 2022 lalu. 

Dari dua laporan tersebut, Fano telah ditetapkan sebagai tersangka untuk laporan kasus yang pertama. Sedangkan untuk laporan kasus yang kedua, Fano masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi. 

"Dari dua laporan itu, untuk laporan pertama tersangka terbukti melakukan pencabulan. Sehingga sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan ditahan," ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Baralangi, Senin (24/10/2022) sore. 

Sedangkan untuk laporan kedua, pihaknya masih mengumpulkan sejumlah alat bukti. Terutama menunggu hasil visum et repertum korban RTW (16). 

"Setelah ada hasil visum, kasusnya akan kami tingkatkan dan statusnya akan kami jadikan tersangka dengan dibuatkan berkas sendiri," imbuh AKP Donny. 

Dalam dua kasus tersebut, ternyata Fano juga menggunakan dua modus yang berbeda. Untuk kasus pertama, Fano menjanjikan korban yang masih di bawah umur untuk mendapatkan pekerjaan di kafe milik ibunya. 

"Namun ternyata, kafe itu tidak ada. Yang ada, korban dibawa ke rumah pelaku (Fano) dan dilakukan persetubuhan berkali-kali," jelas AKP Donny. 

Sedangkan untuk korban yang kedua, modus yang digunakan Fano berbeda. Saat itu, Fano mengajak korbannya nongkrong di area Stadion Kanjuruhan. Di sana, korban dipaksa untuk minum minuman keras (miras) hingga mabuk. 

"Saat mabuk itulah, korban diajak ke rumah pelaku. Dan dilakukan tindakan pencabulan dan persetubuhan sebanyak dua kali. Dan saat itu korban sedang dalam pengaruh miras," jelasnya. 

Di tengah proses penggalian informasi, Fano sebenarnya juga telah diminta datang ke Mapolres Malang untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Namun di tengah proses itu, keluarga korban RTW, berinisiatif untuk membawa pelaku ke Polres Malang. 

Awalnya, keluarga RTW berniat mencari ponsel milik RTW. Yang diduga kuat dibawa oleh Fano. Sebab, saat itu RTW sedang dalam kondisi pengaruh minuman keras. 

"Pada saat itu begitu dari keluarga berupaya menemui dan bertemu si pelaku, dari pihak keluarga menanyakan hp itu. Pelaku berbelit-beit sehingga keluarga berinisiatif membawa pelaku ke polisi," terangnya. 

Selain itu, yang juga mengejutkan, ternyata Fano adalah seorang residivis. Dia sudah tiga kali keluar masuk penjara karena kasus curanmor. Pasal yang diterapkan terhadap tersangka Fano, tentang pencabulan anak di bawah umur. Selain itu, Fano juga bakal disangkakan dengan pasal penggelapan.

"Tersangka juga akan kami jerat dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun," pungkasnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru