Malangtimes

Hari Dokter Nasional, Jokowi: Terima Kasih untuk Pengabdian Tanpa Pamrih

Oct 24, 2022 12:39
Unggahan ucapan Selamat Hari Dokter Nasional dari Presiden Jokowi (sumber Instagram Jokowi)
Unggahan ucapan Selamat Hari Dokter Nasional dari Presiden Jokowi (sumber Instagram Jokowi)

JATIMTIMES - Tahun ini, Hari Dokter Nasional jatuh pada Senin, 24 Oktober 2022. Kali ini Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengusung tema 'Berbaktu untuk Negeri, Mengabdi untuk Rakyat, Satu IDI Terus Maju 24 Oktober 1950 - 24 Oktober 2022', sesuai dikutip dari akun Twitter @ikatandokterindonesia. 

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga turut menyampaikan hari jadi IDI ke 72 tahun tersebut. Dalam akun Instagramnya, Jokowi mengunggah foto kartun dengan ilustrasi kondisi darurat dalam sebuah kamar rumah sakit. Jokowi juga menuliskan keterangan foto dengan ucapan terima kasih kepada para dokter dan tenaga kesehatan. 

"Terima kasih para dokter dan segenap tenaga kesehatan untuk pengabdian tanpa pamrih, juga keteguhan untuk berada di garis depan menghadapi pandemi," tulisnya. 

Menurut Jokowi, atas kerja keras dokter dan tenaga kesehatan, Indonesia bisa terselamatkan daru segala virus. "Dedikasi para dokter dan tenaga kesehatan yang sepenuh hati telah menyelamatkan rakyat dan negeri ini," ungkapnya. 

Diketahui, Hari Dokter Nasional adalah sebuah hari penting yang umumnya dirayakan di organisasi kesehatan untuk menghargai jasa para dokter kepada masyarakat dan kehidupan individual. 

Berbagai kegiatan juga biasanya digelar oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam perayaan Hari Dokter Nasional tersebut. Dikutip dari laman wikipedia, acara yang biasanya digelar rekan-rekan dokter berhubungan dengan kesehatan dan kedokteran. Seperti pengobatan gratis, senam sehat, konsultasi kesehatan gratis, dan berbagai jenis kegiatan lainnya. 

Sejatinya, IDI telah lebih dulu lahir jauh sebelum diresmikan pada 1950. Perkumpulan dokter di nusantara diberi nama Vereniging van Indische Artsen dan berdiri pada tahun 1911. Selama kurang lebih lima belas tahun berjalan, pada tahun 1926, organisasi tersebut mengalami perubahan nama menjadi Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen (VGI).

Tahun 1940, VIG mengadakan kongres di Solo. Kongres menugaskan Prof. Bahder Djohan untuk membina dan memikirkan istilah baru dalam dunia kedokteran. Tiga tahun berselang, pada masa pendudukan Jepang, VIG dibubarkan dan diganti menjadi Jawa izi Hooko-Kai.

Selanjutnya pada 30 Juli 1950, atas usul Dr. Seni Sastromidjojo, PB Perthabin (Persatuan Thabib Indonesia) & DP-PDI (Perkumpulan Dokter Indonesia) mengadakan satu pertemuan yang menghasilkan “Muktamar Dokter Warganegara Indonesia (PMDWNI)”, yang diketuai Dr. Bahder Djohan. Puncaknya tanggal 22-25 September 1950, Muktamar I Ikatan Dokter Indonesia (MIDI) digelar di Deca Park yg kemudian diresmikan pada bulan Oktober. Dalam muktamar IDI itu, Dr. Sarwono Prawirohardjo terpilih menjadi Ketua Umum IDI pertama.

Pada tanggal 24 Oktober 1950, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) secara resmi mendapatkan legalitas hukum di depan notaris. Pada tanggal itulah ditetapkan hari jadi IDI yang juga diperingati sebagai Hari Dokter Nasional di Indonesia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru