Malangtimes

Kemenkes Datangkan Fomepizole dari Singapura untuk Tangani Gagal Ginjal Akut

Oct 24, 2022 12:10
Menteri Kesehatan Budi Gunadi saat konferensi pers menyampaikan 102 temuan obat diduga penyebab gagal ginjal akut. (Sumber Instagram Kemenkes.id)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi saat konferensi pers menyampaikan 102 temuan obat diduga penyebab gagal ginjal akut. (Sumber Instagram Kemenkes.id)

JATIMTIMES - Kemenkes (Kementerian Kesehatan) mengabarkan bahwa pemerintah telah menemukan obat penawar untuk menangani penyakit gagal ginjal akut pada anak di Indonesia. Kabar itu disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Jumat (22/10/2022). 

Budi menyebutkan bahwa pihaknya telah menghubungi Menteri Kesehatan Singapura dan Australia tentang obat penawar Fomepizole. Ia juga mengatakan bakal mendatangkan obat tersebut sebanyak 200 vial dari Singapura. 

"Saya sudah kontak teman saya Menteri Kesehatan Singapura dan Australia. Kita mau bawa 200 dulu karena satu vial bisa buat satu orang. Ada beberapa kali injeksi tapi bisa cukup satu vial," terang Budi Gunadi, Senin (24/10/2022). 

Dijelaskan Budi, salah satu pasien gangguan ginjal akut progresif atipikal juga telah menggunakan obat tersebut mulai 18 Oktober. Saat itu Kemenkes memiliki 10 vial yang kemudian dipakai oleh 11 pasien. 

"Hasilnya, kondisi pasien anak di RSCM itu sebagian membaik dan sebagian stabil. Asal perkembangan itulah, pihak pemerintah memutuskan untuk mendatangkan antidotum bermerek Fomepizole lagi ke tanah air," ungkap Budi. 

Harga Fomepizole untuk satu vial di Singapura adalah Rp 16 juta. "Untuk sementara kita (kemenkes) yang nanggung," terang Budi. 

Lalu apa itu Fomepizole? Dan bagaimana Kinerjanya?  Dikutip dari laman aido health yang ditinjau oleh dr Alvin Saputra, Fomepizole adalah obat antidotum (penangkal racun) yang digunakan pada kasus keracunan senyawa antibeku (etilen glikol) dan metanol, zat yang terkandung pada pelarut, bensin, dan senyawa otomotif atau rumah tangga lainnya. 

Selain itu, Fomepizole  digunakan bersamaan dengan prosedur cuci darah (hemodialisis) untuk mengeluarkan racun dari tubuh. "Obat ini bekerja dengan menghambat alkohol dehidrogenase, enzim dalam tubuh yang dapat memetabolisme etilen glikol dan metanol sehingga menjadi bentuk yang beracun," tulis keterangan dalam laman tersebut. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru