Malangtimes

Polisi Ungkap Beberapa Fakta Baru Terkait Pembunuhan Berencanaa Rudolf pada Teman-temannya

Oct 24, 2022 08:07
Polisi kembali ungkap fakta baru terkait pembunuhan Icha oleh Rudolf Tobing. (foto dari internet)
Polisi kembali ungkap fakta baru terkait pembunuhan Icha oleh Rudolf Tobing. (foto dari internet)

JATIMTIMES - Fakta baru kembali terungkap di balik kasus pembunuhan Ade Yunia Rizabani atau Icha.

Salah satunya, pelaku Christian Rudolf Tobing sempat memeras Icha sebelum dibunuh di sebuah apartemen di Jakarta. Rudolf mengambil alih secara paksa uang di rekening Icha sebesar Rp 19,5 juta.

Selain itu, Rudolf meminta Icha menghubungi keluarganya agar mentransfer Rp 10 juta. Tapi upaya itu gagal karena salah satu keluarga yang dihubungi tidak punya uang.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga mengungkap bagaimana detik-detik Rudolf memeras hingga membunuh Icha. Awalnya, Rudolf bertanya kepada Icha soal posisinya berada di kubu H atau dirinya. Dalam keadaan yang mencekam itu, Icha menjawab berada di posisi Rudolf dengan harapan bisa selamat.

"Tersangka kemudian berbicara dengan korban ‘kamu harus membantu saya dengan cara kamu memberikan saya sejumlah uang untuk membantu saya menghabisi saudara H’," ungkap Panji.

Selain uang, Rudolf juga mengambil beberapa barang berharga milik Icha, termasuk perhiasan. "Jadi, barang-barang milik korban, seperti laptop, ponsel, ATM, uang, perhiasan emas diambil oleh tersangka," ujar Panji.

Kemudian, Rudolf kembali bertanya pada Icha, apakah ia akan melaporkan dirinya kepada polisi. Icha kemudian menjawab tidak akan melaporkan Rudolf kepada polisi.

Namun, Rudolf tak percaya dengan jawaban Icha. Dia mencekik leher Icha hingga tewas. Mayat Icha selanjutnya dibuang ke kolong tol Becakayu, Bekasi.

"Tapi tersangka tidak percaya, akhirnya langsung membunuh korban dengan mencekik," beber Panji.

Tak hanya itu. Polisi pun mengungkap fakta baru terkait kasus pembunuhan ini. Ternyata selain Icha, Rudolf sudah menargetkan dua teman baik di komunitasnya untuk dibunuh.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan Icha sebetulnya bukan target utama Rudolf untuk dibunuh. Rudolf awalnya menargetkan membunuh teman pria berinisial H dan S.

"Korban yang jadi target utama itu yang inisial H. Tapi yang bersangkutan sulit dihubungi," kata Hengki kepada wartawan, Jumat (21/10/2022).

Lebih lanjut Hengki mengatakan jika saja Rudolf tidak ditangkap, ia bisa saja membunuh dua orang teman Icha.

Sebelumnya,  Hengki Haryadi menjelaskan tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap Rudolf setelah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi. 

Jejak Rudolf pun akhirnya terlacak usai ia hendak menjual laptop milik Icha di salah satu tempat gadai barang elektronik di Pondok Gede.

"Dari keterangan saksi-saksi dan olah TKP di lokasi penemuan mayat, tim Subdit Jatanras dipimpin AKBP Indrawienny Panjiyoga berhasil menangkap tersangka pada Selasa (18/10) saat yang bersangkutan menjual laptop," ujar Hengki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru