Malangtimes

Gagal Ginjal Akut Bikin Takut, Berikut Ini Kebutuhan Minum Anak yang Tepat Menurut Ahlinya 

Oct 22, 2022 17:20
Menghitung pemenuhan kebutuhan cairan yang tepat pada anak (sumber Instagram @momdoc.id)
Menghitung pemenuhan kebutuhan cairan yang tepat pada anak (sumber Instagram @momdoc.id)

JATIMTIMES - Kasus gagal ginjal akut misterius terhadap anak yang kian meningkat membuat para orang tua tentu waspada. Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan orang tua, dengan memenuhi kebutuhan cairan atau minum anak dalam sehari. 

Lalu berapa ukuran minum yang tepat untuk anak dalam sehari? 

Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Kanya Ayu Sp.A atau kerap disapa momdoc di media sosial, menjelaskan banyak perhitungan yang kurang tepat selama ini dipakai oleh masyarakat. 

"Itu lhooo yg 10 kg pertama dikali 100 ml, 10 kg kedua dikali 50 ml, dan selebihnya dikali 20 ml, atau dikenal dengan istilah rumus Holliday-Segar.. Nah sebenernya rumus ini kurang tepat..,"ungkapnya. 

Momdoc menjelaskan kenapa kurang tepat, karena sejatinya ada beberapa cara atau rute untuk memasukkan cairan ke dalam tubuh manusia. Di antaranya melalui minum seperti biasa, langsung ke lambung/usus menggunakan selang khusus dan melalui pembuluh darah menggunakan akses infus. 

"Naaahh cara ngitung menggunakan rumus Holliday Segar tadi itu digunakan untuk menghitung kebutuhan cairan melalui rute infus (bukan minum)," ungkapnya. 

Kenapa kebutuhan infus lebih sedikit dibandingkan minum, kata Momdoc, cairan yang akan masuk itu langsung ke “pusatnya” yaitu pembuluh darah, jantung, paru dan organ-organ lain. 

"Sehingga emang ga terlalu banyak.. Karena nanti kalau jumlah cairannya kebanyakan bisa overload dan bikin organ “kerendem” khususnya paru," ungkap dokter yang praktiknya di RS Hermina Jatinegara, Jakarta Timur. 

Momdoc menyimpulkan jika menghitung kebutuhan cairan pake cara infus, untuk disamakan dengan minum, maka akhirnya secara keseluruhan jumlah cairan yang masuk per-oral akan kurang. 

"Ada itungannya sendiri kebutuhan cairan per-oral itu, secara total jadinya akan lebih banyak," tandasnya. 

Kenapa jadi lebih banyak, karena menurut DSA yang memiliki 155 ribu followers itu cairan lewat oral (minum) banyak mampir mampirnya dulu. Mulai dari ke lambung, ke usus, baru diserap sama pembuluh darah kecil-kecil di saluran cerna. 

"Barulah dikirim ke hati / liver, abis itu baru deh masuk ke pembuluh darah besar dan beredar bersama darah," jelasnya. 

Jadi berikut ini rumus menghitung kebutuhan cairan anak yang tepat. 

● < 6 bulan : Asi Eksklusif 

● 6-9 bulan : 125 - 145 ml

● 9-12 bulan : 120-145 ml

● 2-3 tahun : 115-125 ml

● 4-5th :100-110 ml

● 6-9th : 80-100 ml

● 10 -13th : 70-85 ml

● 14-17th : 50-60 ml

● 17-18 th > 40-50 ml

Dengan rumus sebagai berikut. Dicontohkan anak laki-laki, usia 2.5 tahun Berat Badan (BB) 12.5 kg, maka kebutuhan cairannya adalah. 

= (2-3 tahun) 115-125 ml x 12.5 kg 

= 1.437,5 - 1.562,5 ml per-hari 

= ya kira-kira 1.500 ml per-hari 

Lebih lanjut dr Kanya menjelaskan cairan yang dimaksud bukan hanya air putih. Tapi juga boleh dalam bentuk lain. Seperti oralit, sari buah murni (usia lebih 6 bulan), air kelapa murni (usia lebih 6 bulan), air madu (usia lebih 1 tahun), kuah sup / cairan rumah tangga lain. 

"Cairan susu juga boleh tapi susu ada jumlah maksimal harian, biar anak tetep mau makan," terangnya. 

Selain memenuhi kebutuhan air minum, penting juga memantau status dehidrasi pada anak. Jika jumlah cairannya sudah cukup, tapi kok jumlah pipisnya malah jadi sedikit, maka dokter Kanya merekomendasikan agar segera ke fasilitas pelayanan kesehatan. 

"Jadi memastikan kebutuhan cairan itu untuk pola hidup sehat secara keseluruhan, tapi tidak bisa serta merta menghindari tidak terjadinya gagal ginjal akut pada anak. Nah maka penting juga untuk memantau jumlah kencing anak setiap 4-6 jam, pada siang hari harus lebih dari 1 ml / kg / jam (jumlah aman minimal)," tutup Momdoc. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru