Malangtimes

Sekap dan Cabuli 2 Gadis Belia, Residivis Pencurian Kembali Masuk Bui

Oct 22, 2022 16:01
Pelaku pencabulan (kepala tertutup) saat hendak di bawa pihak keluarga korban ke UPPA Satreskrim Polres Malang. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)
Pelaku pencabulan (kepala tertutup) saat hendak di bawa pihak keluarga korban ke UPPA Satreskrim Polres Malang. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Dinginnya lantai serta kerasnya kehidupan di dalam sel tahanan sepertinya tidak membuat DS alias Fano kapok untuk melakukan tindak kejahatan. Meski sudah 3 kali dijebloskan ke dalam sel tahanan karena kasus pencurian, kini pria 18 tahun itu kembali dibui lantaran kasus persetubuhan terhadap gadis di bawah umur.

"Kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh pelaku DS ini terungkap, setelah yang bersangkutan dibawa oleh pihak keluarga korban ke Polres Malang. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyidikan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang," kata Kasi Humas Polres Malang IPTU Ahmad Taufik, Sabtu (22/10/2022).

Sebagaimana yang telah diberitakan, DS diamankan pihak keluarga korban pada Minggu (16/10/2022). Pelaku diamankan lantaran telah membawa kabur Jelita --bukan nama sebenarnya-- selama beberapa minggu.

Ketika itu Jelita disekap di rumah pelaku yang ada di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Saat disekap, dara 16 tahun itu disetubuhi oleh pelaku secara berulang-kali.

Sementara itu, kepada Jatim Times, Taufik menuturkan jika dari hasil penyidikan sementara, pemuda pengangguran itu mengaku berkenalan dengan korban pada 24 September 2022 lalu. 

"Pelaku berkenalan dengan korban melalui media sosial (medsos) Facebook," jelas Taufik.

Beberapa hari kemudian, pelaku kembali menghubungi korban. Ketika itu dia merayu Jelita agar bersedia di ajak ketemuan. 

"Saat itu modus yang digunakan pelaku adalah merayu korban agar bersedia diajak pergi. Alasannya karena korban dijanjikan akan diberi pekerjaan di sebuah kafe yang ada di Kota Batu," imbuh Taufik.

Mendapat tawaran tersebut, korban yang masih polos akhirnya bersedia menerima ajakan pelaku. Namun, bukannya dibawa ke kafe seperti yang dijanjikan pelaku, korban ketika itu justru dibawa oleh pelaku ke kediamannya yang ada di Kecamatan Dampit.

"Korban dibawa ke rumah pelaku dan disekap di sebuah kamar selama 2 minggu lamanya. Selama disembunyikan di rumah pelaku itulah, pelaku DS melakukan persetubuhan terhadap korban berkali-kali," terang Taufik.

Dari hasil pemeriksaan, penyidik mendapat keterangan jika korban persetubuhan yang dilakukan pelaku tidak hanya kepada satu orang. Melainkan korbannya ada dua orang yang diketahui juga merupakan anak di bawah umur.

"Sejauh ini korbannya ada 2 orang, kejadiannya dalam kurun waktu yang berdekatan. Akhirnya penyidik menindaklanjuti temuan itu dengan menerbitkan 2 Laporan kepolisian,” jelasnya.

Di sisi lain, dari hasil pendalaman penyidik, pelaku DS ini ternyata merupakan seorang residivis. Pria belasan tahun ini pernah menjalani masa hukuman karena terlibat dalam perkara pencurian dengan pemberatan (curat).

"Berdasarkan catatan kepolisian, pelaku DS ini ternyata merupakan seorang residivis. Dia pernah dihukum dalam perkara curat sebanyak 3 kali," ungkapnya.

Dijelaskan Taufik, dari vonis pertama yang dijatuhkan kepada DS, yang bersangkutan menjalani hukuman penjara selama 5 bulan. Kemudian, pada vonis kedua DS dijatuhi hukuman selama 7 bulan penjara. Sedangkan vonis terakhir, DS menjalani kurungan penjara selama 1 tahun karena kasus yang sama. Yakni pencurian dengan tindak pemberatan.

"Kini pelaku kembali kami tahan di tahanan Polres Malang karena kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur," tukas Taufik.

Sementara itu, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 81 Juncto pasal 76 D subsider pasal 82 Juncto pasal 76 E Undang-undang Nomor 35 tahun 2014, atas perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002. Yakni tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru