Malangtimes

Badan Pangan Nasional: Indonesia Jauh dari Food Crisis

Oct 22, 2022 14:32
Dari kiri Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi dan Rektor UB Prof Widodo (foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Dari kiri Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi dan Rektor UB Prof Widodo (foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

JATIMTIMES - Banyak pihak mengkhawatirkan Food Crisis atau krisis pangan terjadi di Indonesia. Sebab, beberapa komoditas sempat mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Namun, Badan Pangan Nasional optimis, jika Indonesia akan jauh dari Food Crisis. 

"Insya'allah Indonesia jauh dari Food Crisis," kata Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional, ditemui di Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (22/10/2022).

Kendati optimis, namun presiden selalu mewanti-wanti kepada berbagai pihak, seperti gubernur, kepala daerah, kementerian maupun lembaga untuk waspada. Sebab, banyak faktor yang dalam kontrol juga cukup sulit. 

Ia mencontohkan, seperti halnya pupuk yang masih ketergantungan dengan fosfat dari luar negeri. Sehingga harga pangan pun dapat naik seiring dengan kenaikan harga pupuk. Kondisi ini terjadi setelah rantai pasok terganggu akibat perang antara Ukraina dan Rusia.
Selain itu, ketergantungan kontainer dari luar dan ada beberapa produk yang tak bisa dipenuhi sendiri.

Berkaitan dengan ancaman krisis pangan, Food Loss and Waste turut didorong untuk juga membantu mengatasi ancaman krisis pangan. Beberapa mal di Jakarta juga telah mendorong program zero food waste. Tenant-tenant yang sudah ada, telah terkordinasi dengan beberapa private sector.

"Sehingga pada saat berlebih makanan ini, sebagian kita berikan kepada yang kurang beruntung. 30 persen dari total to table, 30 persen itu Food Loss and Waste. Sehingga dengan kita berhemat saja harusnya produksitivitas naik, food security meningkat seharusnya," paparnya.

Namun, saat ini, gerakan ini masih minim terimplementasi. Sehingga, dalam upaya mencegah terjadinya krisis pangan gerakan ini harus didorong dan dikembangkan terus menerus. Badan Pangan Nasional juga telah mengumpulkan seluruh retail untuk mendorong program tersebut. 

"Produk - produk yang masih bisa dikonsumsi, baik dari hotel, restoran, katering, pernikahan harusnya pengelola gedung sudah bersama kita semua dan diberikan untuk mereka yang memberikan," paparnya.

Jawa Timur menjadi daerah yang penting dalam menopang kebutuhan pangan nasional. 16 provinsi yang ada di Indonesia juga turut terbantu kebutuhan pangannya dari Jawa timur. 

"Tentu kami juga bekerjasama dengan pemerintah daerah, seperti halnya Jawa Timur untuk lumbung pangan nasional," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru