Malangtimes

Menjual Motor di Medsos Malah Diringkus Polisi, Begini Kronologinya

Oct 22, 2022 10:08
Ilustrasi penipuan dan penggelapan sepeda motor. (Foto : Istimewa)
Ilustrasi penipuan dan penggelapan sepeda motor. (Foto : Istimewa)

JATIMTIMES - Pelaku penipuan sepeda motor yang menjual barang hasil penggelapan di media sosial (medsos), berhasil diringkus jajaran kepolisian Polres Malang dan Unit Reskrim Polsek Pagelaran. Pelaku ditangkap petugas yang menyamar sebagai pembeli sepeda motor hasil curian yang dijual pelaku.

Kasi Humas Polres Malang IPTU Ahmad Taufik menjelaskan, pelaku penipuan yang baru saja diamankan tersebut berinisial R warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Sedangkan korbannya diketahui berinisial ADP warga Desa Resapombo, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.

"Pelaku diamankan pihak kepolisian saat berupaya menjual sepeda motor hasil penipuan di area Stadion Kanjuruhan," kata Taufik saat dihubungi, Sabtu (22/10/2022).

Berdasarkan keterangan korban, diterangkan Taufik, kejadian penipuan ini bermula saat korban bertemu dengan pelaku pada Jumat (14/10/2022). Pertemuan itu terjadi di suatu tempat nongkrong yang ada di Kecamatan Pagelaran.

"Keduanya ini merupakan kawan lama, jadi sesekali bertemu. Ketika kejadian itu, pelaku bercerita jika dirinya hendak membuka usaha warung nasi goreng," terangnya.

Mendapat cerita tersebut, korban mengiyakan permintaan tersangka. Sebab, rencananya pelaku akan membuka usaha warung nasi goreng di sekitar tempat tinggal korban. Yakni di Blitar.

"Kata pelaku, dia mau buka warung nasi goreng di Blitar. Oleh karena itu, pelaku meminta kepada korban untuk mencarikan tempat yang cocok untuk usaha makanan," imbuh Taufik.

Usai perbincangan tersebut, pelaku sempat meminjam sepeda motor milik korban. Alasannya untuk pulang ke rumah karena hendak mempersiapkan pakaian sebelum pergi ke Blitar.

"Karena tidak curiga, korban akhirnya meminjamkan sepeda motor Honda Scoopy miliknya kepada pelaku," ungkap Taufik.

Namun, setelah ditunggu sekian lama, pelaku tak kunjung kembali menemui korban. Bahkan ketika di cari ke rumahnya, pelaku selalu tidak ada di tempat. Selain itu, saat di hubungi melalui telephone selama beberapa hari yang bersangkutan juga tidak merespon.

Merasa menjadi korban penipuan, ADP akhirnya melaporkan R ke Polsek Pagelaran pada Rabu (19/10/2022). "Berawal dari laporan itulah, anggota akhirnya melakukan penyelidikan untuk memburu keberadaan R ini," ucap Taufik.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi profil terduga pelaku. Saat itu R kedapatan hendak menjual sepeda motor hasil kejahatan tersebut melalui medsos.

"Sepeda motor korban hendak dijual oleh terduga pelaku melalui media sosial Facebook, kemudian anggota kami menyamar menjadi pembeli," jelas Taufik.

Pelaku yang semula tidak mengetahui penyamaran polisi, akhirnya mengajak bertransaksi di area Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Namun, saat hendak diamankan, R yang curiga jika yang dia temui ternyata adalah polisi seketika langsung berupaya melarikan diri.

"Iya, pelaku R memang sempat melawan saat hendak diamankan. Tapi akhirnya anggota bisa menangkap yang bersangkutan," ujarnya.

Akibat perbuatannya, pelaku kini dijerat dengan pasal 378 juncto pasal 372 KUHP tentang penipuan atau penggelapan. Sedangkan ancamannya adalah 4 tahun kurungan penjara.

"Pelaku beserta barang bukti berupa sepeda motor sudah kami amankan di Polsek Pagelaran. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyidikan lebih lanjut,” pungkas Taufik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru