Malangtimes

Ancaman Keamanan Jaringan Ini Perlu Diwaspadai, Begini Cara Mengatasinya

Oct 20, 2022 14:44
Ilustrasi ancaman jaringan yang perlu diwaspadai (pixabay)
Ilustrasi ancaman jaringan yang perlu diwaspadai (pixabay)

 JATIMTIMES - Ancaman keamanan jaringan ini kerap terjadi sewaktu-waktu. Jika tak siap, tentu hal merugikan akan menimpa, baik itu kebocoran data hingga kerugian materiil. 5 ancaman keamanan jaringan ini patut diwaspadai.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, melalui akun Twitternya @CCICPolri, membeberkan 5 ancaman keamanan jaringan yang kerap terjadi. Selain itu, juga dijelaskan bagaimana mengatasi ancaman-ancaman tersebut.

Yang pertama adalah Misconfiguration. Hal ini benar-benar harus diperhatikan dan sebisa mungkin dihindari. Misconfiguration sendiri kerap terjadi saat mengkonfigurasikan sistem atau aplikasi sehingga kurang aman. 

Hal ini terjadi karena saat mengubah konfigurasi yang ada tanpa memahami resiko atau konsekuensinya. Untuk itu, firewall yang dikonfigurasi harus benar-benar dipahami konsekuensinya. Jika tidak, tentu dapat memungkinkan akses yang tidak sah ke jaringan server internal. Konfigurasi yang salah dapat membocorkan informasi yang sensitif. 

Ancaman kedua adalah software yang tidak diperbarui atau di-update, juga berpotensi untuk menimbulkan ancaman keamanan jaringan. Bisa saja menyerang dapat memanfaatkan celah-celah yang ada dalam sebuah sistem yang belum sempurna atau belum terupdate. 

"Dengan melakukan pembaharuan perangkat lunak, hal tersebut dapat menerapkan tambalan untuk memperbaiki perentanan di seluruh jaringan perangkat," jelasnya dalam unggahan tersebut.

Selanjutnya yang perlu diwaspadai adalah serangan DoS. Serangan dilakukan dengan banyak cara, baik dengan malware, atau dengan membanjiri jaringan target dengan lalu lintas atau mengirim informasi yang memicu kerusakan, seperti meminta query yang terlalu rumit yang mengunci database.

Serangan DoS sering menargetkan situs web organisasi terkenal seperti bank, perusahaan media, dan pemerintah. Meskipun serangan DoS biasanya tidak mengakibatkan pencurian atau kehilangan data, mereka dapat menghabiskan banyak waktu dan uang dalam penanganannya.

"Disarankan kepada entitas swasta dan pemerintah menambahkan firewall dan fitur anti - DoS pada sistem keamanan," kutip dari akun Twitternya.

Ancaman selanjutnya adalah Bug Aplikasi. Bug pada aplikasi adalah kesalahan atau cacat pada aplikasi dan sistem yang menyebabkan hasil yang salah atau tidak terduga. Meski  tidak semua bug adalah masalah keamanan siber atau kerentanan terhadap ekspolitasi, hal tersebut tetap harus diantisipasi.

Beberapa bug seperti SQL Injection, dapat menjadi permasalahan yang sangat serius dan memungkinkan peretas untuk mengkompromi situs dan mencuri data . Direkomendasikan kepada entitas swasta dan pemerintah untuk menambal bug pada aplikasi atau situs yang dimiliki. 

Kemudian, untuk melindungi sistem keamanan, juga dapat melakukan manajemen permukaan serangan dengan sebuah alat pemindai kerentanan. Alat ini adalah alat otomatis dan dinamis yang dapat melacak apa yang terekspos di internet dan membatasi apapun yang tidak perlu ada di sana.

Alat ini juga dapat mengawasi secara konstan akun cloud dan dapat membantu mencari aset saat perusahaan membutuhkan bantuan untuk mencari alamat IP dan domain yang bahkan mereka tidak tahu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru